fbpx

4 Fakta Keren Perpaduan Budaya di Singapura, Liburan Bonus Insight Keren!

  • July 21, 2020
  • Dibaca 155 kali
Thian Hock Keng Temple di Singapura. Instagram @globewanderingzz

Perpaduan budaya menghiasi Singapura, terlihat dari ragam destinasi sampai kuliner. Bahkan gambaran akulturasi budaya terlihat pada mural instagenic di penjuru Singapura. Kalau menjelajah negeri ini nggak sekadar jalan-jalan, kamu juga bisa sekalian belajar. Ini dia fakta keren perpaduan budaya di Singapura yang harus kamu tahu. Sudah siap?

Perpaduan Budaya di Singapura
Buddha Tooth Relic Temple Malam Hari. Instagram @yuniqueyuni

Perpaduan budaya di Singapura tergambar di berbagai sudut negera ini tapi kalau ingin lebih spesifik, #SGB_Family bisa keliling ke Chinatown, Kampong Glam, dan Little India. Jangan cuma foto, sekalian ngobrol dengan warga sekitar. Siapa tahu #SGB_Family menemukan kisah unik kawasan ini dari mereka.

Chinatown

Chinatown, destinasi wisata yang penuh kedai street food legendaris, ruko, rumah lawas, dan kelenteng. Walaupun bernama Chinatown, tapi area ini menjadi ‘rumah’ bagi warga dari beragam latar belakang budaya. Terlihat dari tempat ibadah dari 3 kepercayaan yang jaraknya berdekatan. Ada Buddha Tooth Relic Temple & Museum, Sri Mariamman Temple, dan Masjid Jamae.

Chinatown dulu dikenal sebagai tempat tinggal imigran dari China. Berdasarkan visitsingapore.com, mereka meninggalkan China untuk hidup lebih baik di Singapura. Profesi mereka kala itu kebanyakan pedagang dan buruh. #SGB_Family bisa tahu perjalanan lengkap mereka dengan berkunjung ke Chinatown Heritage Centre.

Chinatown
Chinatown
Chinatown/ Outram Park

Kampong Glam

Perpaduan Budaya di Singapura
Masjid Sultan. Instagram @annalystics

Kampong Glam, destinasi wisata yang dipenuhi sejarah, budaya, dan sentuhan modern. Di satu area ini, #SGB_Family bisa merasakan 3 latar belakang budaya beda. Ada Melayu, Arab, dan Bugis. Coba aja keliling Kampong Glam, bakal menemukan tempat makan dan toko pernak-pernik yang dipengaruhi 3 budaya tersebut serta kafe keren penuh warna. Masjid Sultan dan Haji Lane, 2 spot wisata ikonik di Kampong Glam.

Dulu Kampong Glam jadi kota pelabuhan dan area perkotaan tertua di Singapura. Sir Stamford Raffles yang dikenal sebagai pendiri Singapura modern, memberikan kawasan ini untuk warga Melayu, Arab, dan Bugis. Kampong Glam bakal semarak banget waktu Ramadan dan Lebaran.

Kampong Glam
Kampong Glam
Nicoll Highway

Little India

Sri Veeramakaliamman Temple. Instagram @dashwin_photography
Sri Veeramakaliamman Temple. Instagram @dashwin_photography

Lanjut ke Little India, area bersejarah yang ditinggali komunitas India. #SGB_Family bakal nemuin banyak banget kuliner khas India, ada juga toko karangan bunga, toko yang menjual sari dan beragam rempah, serta atraksi menarik lainnya yang nggak cukup dijelajahi sehari aja. Sri Veeramakaliamman Temple dan bangunan warna-warni jadi spot ikonik yang harus dikunjungi waktu ke Singapura.

Little India dulunya jadi jujugan warga Eropa karena di sini ada pacuan kuda, tempat mereka bersosialisasi. Bahkan ada juga tempat pembakaran batu bara dan masih banyak penggembala ternak. Kini Little India juga jadi pusat belanja macam-macam barang dengan harga murah.

Little India
Little India
Little India

Mural penuh cerita di Chinatown. Instagram @thelazyinsomniac @saket11446
Mural penuh cerita di Chinatown. Instagram @thelazyinsomniac/ @saket11446

Ngomongin destinasi wisata, rasanya kurang lengkap tanpa membahas spot instagenic. Bukan cuma kaya budaya; Chinatown, Kampong Glam, dan Little India dikenal punya banyak sudut menarik dan warna-warni. Tempat wisatawan bikin konten foto.

Chinatown

Jangan kaget lihat banyak dinding bermural di Chinatown. Seperti di Muhamed Ali Lane, Smith Street, North Bridge Centre, Amoy Street Food Centre, dan masih banyak lagi. Bukan sekadar gambar, mural di sini mengandung cerita menarik, salah satunya tentang opera Kanton. Selain mural, spot instagenic di Chinatown lainnya adalah People’s Park, Chinatown Street Market, dan bangunan kuno seperti Potato Head.

Kampong Glam

Spot instagenic di Kampong Glam. Instagram @ana_vvt
Spot instagenic di Kampong Glam. Instagram @ana_vvt

Keliling Kampong Glam jangan sampai lewatkan foto dengan latar Masjid Sultan berkubah emas. Spot paling tepat untuk foto ada di gapura dekat masjid itu. Kalau udah, lanjutkan ke Arab Street. Ada bangunan toko bercat warna-warni yang keren banget kalau difoto. #SGB_Family sekalian belanja juga ya di sini. Masih belum selesai, melipir juga ke Haji Lane. Tembok kafe, tempat makan, dan klub di sini dipenuhi mural super instagenic.

Little India

Residence Of Tan Teng Niah, Little India. Instagram @tripbysteps
Residence Of Tan Teng Niah, Little India. Instagram @tripbysteps

Destinasi wisata penuh spot instagenic, mungkin itu yang terpikir tentang Little India. Nggak salah, karena emang banyak banget jejak seni di sini. Coba aja ke Kerbau Road, ada vila warna-warni House of Tan Teng Niah. Bangunan warna-warni juga terlihat di Little India Arcade.

Seperti kawasan lain, Little India pun dipenuhi mural. Melipir aja ke Bebilios Lane, Hindoo Road, Dunlop Street, dan Clive Street. Bahkan kuil di bernama Sri Veeramakaliamman Temple juga terlihat begitu keren. Nggak ketinggalan gereja Kampong Kapor Methodist Church dengan gaya bangunan lawas nan indah.

Ponggol Nasi Lemak. Instagram @anakjajan
Ponggol Nasi Lemak. Instagram @anakjajan

Belum lengkap rasanya kalau membicarakan budaya tanpa menyinggung soal kulinernya. Nggak ketinggalan, Singapura yang penduduknya dari beragam latar belakang budaya ini pun punya aneka makanan khas dan akulturasi.

#SGB_Family bisa menemukan beragam kuliner akulturasi di Singapura. Kalau ingin coba kaya toast, roti panggang berisi selai kelapa dan telur, bisa mampir ke Tong Ah Eating House Chinatown. Sedangkan kari kepala ikan, bisa #SGB_Family temukan di Sakunthala’s Food Palace Little India. Mau makan nasi lemak? Bisa ke Ponggol Nasi Lemak yang dekat dengan Kampong Glam. Icip juga Katong laksa (laksa lemak) di Janggut Laksa di Chinatown.

Perpaduan Budaya di Singapura
Thaipusam di Singapura. Instagram @priyadbv

Perpaduan budaya di Singapura pun dapat dilihat dari macam-macam festival budaya dan hari besar yang dilaksanakan di sini. Misalnya Thaipusam, festival yang dirayakan oleh umat Hindu untuk menghormati Dewa Murugan. 

Upacara ini biasanya berlangsung selama 2 hari, dikutip dari visitsingapore.com. Umat Hindu membawa periuk susu dan berjalan dari Sri Thendayuthapani Temple di Tank Road sampai ke Layan Sithi Vinayagar Temple di Keong Siak Road. Beberapa dari mereka melakukan atraksi, menusuk lidah dan badan mereka dengan benda tajam.

Ada pula perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh warga Tionghoa. Saat hari besar ini tiba, rumah orang Tionghoa dibersihkan dan dihiasi pernak-pernik berwarna merah tua. Coba aja berkunjung ke Chinatown, #SGB_Family bakal melihat semarak perayaan Tahun Baru Imlek. Lampion berbagai bentuk dipasang dengan indahnya dan banyak dijual kue khas Imlek seperti kueh bangkit.

Di Singapura, ketika tiba Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang dijalankan oleh umat Muslim, ada beragam acara. Seperti pasar Ramadan atau bazar, buka bersama di masjid, sampai festival cahaya. Kampong Glam adalah salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi saat Ramadan tiba. Di pasar Ramadan, #SGB_Family bisa menemukan macam-macam kuliner khas misalnya ketupat.

Nggak cuma Chinatown, Little India, maupun Kampong Glam; mengenal perpaduan budaya di Singapura juga bisa ke area lain. Salah satunya Joo Chiat & Katong, Tiong Bahru, dan banyak lainnya. Lumayan kan liburan bonus konten dan insight keren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial