fbpx

Kena Deportasi dari Singapura Karena Pelanggaran, Hati-hati, Ya!

  • July 13, 2020
  • Dibaca 18 kali

Setelah Circuit Breaker berakhir, dimulailah fase 2 Singapura. Dikenal sebagai negara dengan banyak denda, Singapura kembali menunjukkan ketegasannya. Sebagai bukti, sebanyak 12 orang akhirnya harus deportasi dari Singapura karena pelanggaran menjaga jarak saat Circuit Breaker. Baca terus untuk tahu lebih jelas tentang kasusnya.

Aturan Saat Circuit Breaker

Aturan Circuit Breaker (unsplash)

Circuit Breaker di Singapura berlangsung selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Selama masa tersebut, ada banyak batasan yang wajib dipatuhi seluruh warga Singapura, termasuk tetap di rumah dan jaga jarak.

Beberapa bisnis yang diperbolehkan tetap beroperasi pun dibatasi. Gerai makanan dan minuman hanya boleh melayani pelanggan yang take away. Bahkan semua layanan penata rambut dan barbershop harus berhenti beroperasi sementara.

Denda Pelanggaran Safe Distance

Circuit Breaker: Dilarang keluar rumah (unsplash)

Dilansir dari straitstimes.com, Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singpaura, Masagos Zulkifli menyampaikan sudah ada sekitar 3000 peringatan pelanggaran safe distance (jaga jarak) yang dikeluarkan pada April lalu.

Pelanggaran pertama, pelaku hanya akan mendapat peringatan. Namun jika melanggar lagi, akan dikenakan denda hingga $300. Dengan cara ini, warga Singapura menjadi lebih disiplin dan patuh pada himbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah.

Deportasi dari Singapura

Dikeluarkan dari Singapore (unsplash)

Namun, ternyata ada juga yang nekad melanggar dan mau nggak mau harus merasakan akibatnya, yaitu harus menjalani deportasi dari Singapura. Dilansir dari mothership.sg, sebanyak 12 orang asing dengan izin kerja di Singapura harus dipulangkan karena melakukan pelanggaran safe distance.

10 Warga Negara India Dipulangkan

Kena denda dan deportasi (unsplash)

Putusan kasus ini baru dirilis hari ini, 13 Juli 2020. Sebanyak 10 orang warga negara India yang memiliki kartu pelajar atau izin kerja di Singapura dinyatakan bersalah. Semuanya dikenakan denda antara S$2000 dan S$4500.

Tiga orang pemilik unik apartemen dinyatakan bersalah karena mengundang tujuh orang lainnya untuk mengadakan pertemuan sosial di unit mereka. Izin mereka langsung dibatalkan setelah vonis dirilis. Mereka dideportasi dari Singapura ke India dan dilarang masuk kembali ke Singapura.

Warga Malaysia Tidak Boleh Kembali ke Singapura

Malaysia (unsplash)

Lainnya yang harus menjalani deportasi dari Singapura adalah warga negara Singapura, Arvinish N, 23 tahun yang memiliki izin kerja di Singapura. Ia mengundang temannya berkunjung ke tempat tinggalnya, lalu mengantar pulang dengan motor.

Arvinish didakwa karena mengemudi sambil minum dan pelanggaran meninggalkan tempat tinggalnya. Juga melanggar mengadakan pertemuan sosial di bawah Peraturan Covid-19 (Tindakan Sementara) 2020. Karena aksinya ini, ia didenda S$4000 dan izin tinggalnya dicabut, serta dilarang masuk ke Singapura.

Wanita Penghibur dari Tiongkok

China (IG:xxiamandixx)

Satu lagi pemegang izin kerja di Singapura yang harus dipulangkan ke negaranya. Cheng Fengzhao, wanita 37 tahun dari Cina tertangkap saat operasi anti-wakil yang dilakukan polisi di unit kondo sepanjang 30 Jalan Kemaman.

Cheng didakwa karena mengizinkan seorang pria yang tidak tinggal di tempat itu untuk berkunjung dengan alasan layanan pijat dan seksual dengan imbalan S$100. Ternyata, sudah dua kali pria ini datang di masa Circuit Breaker.

Cheng mengaku bersalah dan karena aksinya ini, ia didenda sebesar S$7000 dan kartu izin kerjanya dicabut. Cheng dipulangkan ke Tiongkok dan dilarang memasuki Singapura lagi. Seharusnya Cheng masuk dengan izin bekerja sebagai pelayan, namun ia tidak muncuk di tempat kerja.

Update Covid-19 di Singapura

Update Covid-19 di Singapore (CNA)

Hingga berita ini ditulis, kasus Covid-19 di Singapura mencapai 46.283 orang. Dari angka tersebut, sudah lebih dari 42 orang yang dinyatakan sembuh dan kembali sehat. Masih ada 182 pasien Covid-19 yang harus menjalani perawatan. Angka kematian di Singapura karena wabah ini mencapai 26 jiwa.

Covid-19 Menyebar Lewat Udara

Covid-19 menyebar lewat udara (unsplash)

Vaksin Covid-19 belum juga ditemukan. Kini malah gencar diberitakan bahwa Covid-19 menyebar lewat udara. Dilansir dari bbc.com, akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia telah mengakui ada yang membuktikan kalau virus memang bisa tersebar melalui partikel-partikel kecil yang melayan di udara.

Untuk pencegahannya, masker adalah alat terbaik. Selain itu, sebisa mungkin tidak berada di dalam ruangan tertutup, apalagi jika bersama dengan banyak orang. Hal ini termasuk di dalam lift. Ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk bisa memparah kondisi ini.

#SGB_Family juga bisa menyiapkan filter pembersih udara dengan efisiensi tinggi (HEPA) untuk menjaga kualitas udara di rumah. Bisa juga menambahkan air purifiers dan sinar ultraviolet yang bisa membunuh virus.

Itulah sekilas update tentang Covid-19 di Singapura. Pekerja asing yang harus menjalani deportasi dari Singapura bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, ya. Jangan sekali-kali melanggar peraturan saat berkunjung ke negara asing. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×