fbpx

Kisah Unik Spot Mural Instagenic di Singapura, dari Chinatown sampai Little India

  • July 9, 2020
  • Dibaca 92 kali

Singapura dikenal sebagai negara yang punya beragam destinasi wisata mulai dari spot keren plus terkesan mewah seperti Gardens by The Bay dan Jewel Changi Airport sampai wisata mural instagenic. Selain keren, ternyata terdapat kisah menarik di balik spot penuh mural di Singapura. Melansir scmp.com, inilah cerita di balik mural di Chinatown, Kampong Glam, dan Little India.

1. Chinatown: Singapura di masa lampau

Mural instagenic di Chinatown. Instagram @rog3rgoh

Jalan-jalan ke Chinatown, #SGB_Family akan menemukan beragam mural yang menggambarkan Singapura pada masa lampau. Misalnya aja mural yang ada di persimpangan South Bridge Road dan Temple Street. Lukisan karya seniman Singapura bernama Yip Yew Chong menggambarkan tentang opera Kanton.

Dulu pada 1970-an dan 1980-an, opera Kanton sering diadakan di Chinatown. Panggung kayu akan dipenuhi para pemain dalam balutan pakaian dan make-up mencolok. Mereka melakukan pertunjukan di tengah kerumunan orang. Namun, opera Kanton udah mulai berkurang seiring berjalannya waktu. Itulah alasan Yip Yew Chong bikin mural yang menggambarkan cerita masa lalu. Seniman ini sendiri menghabiskan waktu kecil di Chinatown.

Samsui Women. Instagram @sisterhoodofthetravellingshots

Ada juga mural di Banda Street yang menggambarkan kejadian masa lampau dan masa kini yang terjadi di sekitar kawasan tersebut. Termasuk lukisan bertajuk Samsui Women bertopi merah, menggambarkan sekelompok pekerja dari China yang juga bantu membangun Singapura.

Kisah mural di Singapura
Mural Cantonese opera di Chinatown. Instagram @harukawks

2. Kampong Glam: perpaduan budaya

Kisah mural di Singapura
Mural di salah satu kafe Kampong Glam. Instagram @sisterhoodoftravellingshots

Kampong Glam, tempat bersejarah yang memadukan warisan budaya Arab dan Melayu. Nggak seramai sekarang, dulu destinasi ini sepi terutama malam hari. Lukisan keren yang paling sering menarik perhatian wisatawan ada di sepanjang Haji Lane, jalanan sempit yang dipenuhi aneka toko dan warung serta restoran.

Mural di Gelam Gallery, Kampong Glam. Instagram @rolypolygirl

Seperti dinding restoran Meksiko Piedra Negra dan kafe Blu Jaz yang terdapat mural terinspirasi dari suku Aztec. Jangan lewatkan Gelam Gallery, gang di belakang Sultan Mosque yang dindingnya dipenuhi mural indah dan instagenic. Sebelumnya pada 2019, seniman dan siswa diundang untuk melukis gang tersebut. Jadilah lukisan dinding warna-warni yang sayang dilewatkan jepretan kamera.

3. Little India: koneksi warga lokal

Kisah mural di Singapura
Siyamala Bookstore. Instagram @singaporelife296

Siapa sih yang nggak tahu Little India? Destinasi populer selain Chinatown dan Kampong Glam yang dipenuhi tempat kulineran sampai hotel murah dan juga penampilannya begitu indah. Dipenuhi mural dan ada juga bangunan bercat warna-warni. Nah, lukisan dinding di sini menunjukkan betapa kayanya warisan budaya di Little India.

Jangan lewatkan mural yang populer dan meneduhkan saat keliling Little India, bertajuk Book-a-meeting di Serangoon Road. Gambar rak majalah dan koran menunjukkan sejarah 30 tahun Siyamala Bookstore, kios buku yang menjual koran dan majalan dari India. Lukisan ini juga menggambarkan bahwa warisan budaya dan tradisi ditemukan melalui buku dan cerita.

#SGB_Family juga akan melihat lukisan sesosok pria yang nggak lain adalah pemilik toko buku itu, bernama Govindasamy. Beliau adalah pemilik kios buku tradisional yang kini udah semakin langka. Makanya Govindasamy ingin tempat itu selalu dikenal dan dikenang lewat mural. Beliau dengan setia berada dalam toko buku miliknya. Nggak jarang wisatawan ingin foto bareng.

Lukisan sesosok pria karya seniman Amerika. Instagram @bonchjela

Lanjut ke sebuah jalan kecil, Rowell Road, terlihat lukisan bergambar seorang pria yang tampak terlupakan. Mural ini dulunya dibuat oleh seniman asal Amerika pada 2010 dalam rangka Singapore Night Festival. Walaupun udah berusia cukup tua, lukisan itu masih bisa dilihat sampai sekarang.

Di Singapura sendiri ada sebuah organisasi street art bernama Artwalk Singapore, yang fokus pada perkembangan street art di Singapura. Mereka kerap mengadakan projek melukis mural termasuk di Little India. Projek ke-6 Artwalk diberi tema “Journey Through the Passage of Time”. Jadi muralnya tentang perjalanan lingkungan tersebut sepanjang tahun.

Seru juga ya, foto OOTD-an sambil mengulik tentang kisah di balik mural keren di Singapura. Selain 3 destinasi di atas, masih ada sejumlah spot mural di Singapura. Seperti Tiong Bahru, Jalan Besar, Singapore River, dan masih banyak lainnya. Destinasi tersebut nggak mungkin kelewat dari jepretan kamera wisatawan.  #SGB_Family udah sempat berkunjung ke spot mural mana aja? Dapat cerita apa dari sana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial