fbpx

Fakta Unik Hawker Centre di Singapura, Pusat Kuliner Murah dan Enak

  • July 4, 2020
  • Dibaca 87 kali
Hawker centre Singapura

Kalau main ke Singapura pernah nggak lihat pusat kuliner layaknya food court? Nah, tempat itu dinamakan hawker centre. Ada banyak banget hawker centre di Singapura, buka mulai pagi sampai malam. Dalam satu tempat, tersedia puluhan stand makanan. #SGB_Family tinggal pilih deh mau makan apa. Kebiasaan makan di hawker centre ternyata udah ada sejak 1800-an. Gimana sih awal mulanya?

Awalnya Terletak di Taman dan Alun-alun Kota

Maxwell Hawker Centre di Singapura. Instagram @old_zausel

Dikutip dari nationalgeographic.com, kebiasaan makan di hawker udah ada dari 1800-an. Awalnya, penjaja makanan didominasi penduduk migran. Mereka jualan makanan cepat saji dan murah di pinggir jalan, alun-alun, atau taman kota. Tempat mereka bisa membangun tenda makanan. Orang yang lalu-lalang jadi tertarik sama aroma makanan yang dijual, akhirnya mampir buat makan.

Berpuluh tahun kemudian, tepatnya dari 1968 sampai 1986 pemerintah Singapura memutuskan buat mengumpulkan penjaja makanan dalam satu tempat yang nantinya dikenal dengan hawker centre. Tempat ini pun jadi lebih bersih, aman, dan berlisensi.

Pelanggan jadi lebih tertarik dan nyaman buat makan di sini, bisa sekalian juga ngeliatin proses makanan yang mereka pesan. Selain itu, orang yang datang jadi bisa bebas pilih beragam kuliner di satu tempat.

Sekarang ini banyak hawker centre tersebar di penjuru Singapura, jumlahnya lebih dari 110 tempat. Bahkan rencananya akan dibangun sekitar 13 hawker centre yang dikembangkan pada 2027, menurut oursgheritage.sg.

Ramai dari Pagi sampai Malam

Hawker centre Singapura
Beragam menu makanan di Old Airport Road Food Centre. Instagram @sgnomster

Bisa dibilang hawker centre ini nggak pernah sepi pengunjung, mulai dari pagi sampai malam. Ada aja pelanggan yang datang buat makan. Bahkan di jam seperti makan siang, pusat kuliner ini bakal penuh sampai pelanggan harus antre. Kadang sampai ada pelanggan nggak dapat tempat duduk.

Gimana nggak ramai? Di hawker centre, #SGB_Family bisa pilih kuliner dari beragam stand berbintang Michelin dengan harga murah dan rasanya enak. Makanannya pun nggak butuh waktu lama untuk tersaji di meja. Pelanggan juga dapat sekalian istirahat sejenak atau sekadar menyeruput teh dan kopi enak. Bikin pengin balik berkali-kali deh.

Kalau #SGB_Family bingung mau pilih stand makanan yang mana, lihat aja mana yang antreannya panjang. Dijamin deh makanan di stand itu nikmat banget. Konon, itulah cara mengetahui kualitas makanan di hawker centre.

Cara Unik Booking Meja

Mie Hokkien di Old Airport Road Food Centre. Instagram @thecontentedbelly

#SGB_Family tahu nggak? Ada kebiasaan unik para pelanggan hawker centre untuk booking meja. Saking ramainya dan harus antre di depan stand penjual makanan, mereka biasanya meletakkan sebungkus tisu di meja makan. Sebagai tanda bahwa tempat itu udah mereka pesan meja itu.

Kebiasaan menandai meja dengan sebungkus tisu itu disebut ‘chope’, sebuah istilah Singlish yang berasal dari kata Bahasa Inggris ‘choping’ atau ‘chop’. Choping menjadi kesepakatan nggak tertulis dan dipatuhi oleh pelanggan hawker centre. Cek juga cara makan di hawker centre versi SGB, ya.

Hawker Centre Legendaris di Singapura

Hawker centre Singapura
Nasi ayam Hainan di Maxwell Hawker Centre. Instagram @sydneyeats.lc

Tentunya ada banyak banget hawker centre terkenal yang tersebar di berbagai lokasi di Singapura. Mulai dari Chinatown, Raffles Quay, sampai Old Airport Road. Masing-masing hawker centre di Singapura ini punya kuliner khas dan pastinya diburu pelanggan setia bahkan turis.

Maxwell Hawker Centre di Chinatown misalnya, di sini #SGB_Family harus banget cobain beragam kuliner khas China seperti nasi ayam Hainan, sup ikan, dan carrot cake.

Selanjutnya Lau Pa Sat Hawker Centre yang berlokasi di 18 Raffles Quay. Uniknya, bangunan pusat kuliner enak dan murah ini bergaya abad ke-19. Coba pesan kebab, fish ball, maupun matcha cheesecake ala Jepang. Oh iya, hawker centre satu ini buka 24 jam, loh.

Ada juga Old Airport Road Food Centre yang sudah eksis sejak 1973 dan punya lebih kurang 150 stand makanan. #SGB_Family bisa cobain kwetiau, mie khas Hokkien, maupun nasi plus beragam sayur dan daging yang disajikan di wadah tanah liat alias claypot rice.

Keren juga ya awal mula hawker centre yang sudah ada sejak beberapa abad lalu. Ketiga tempat tersebut hanya segelintir dari ratusan hawker centre di Singapura. Saat #SGB_Family liburan di Singapura, pengin berkunjung ke pusat kuliner mana saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial