fbpx

Lion Air Berhenti Terbang, Ini Alasannya

  • June 5, 2020
  • Dibaca 33 kali

Circuit Breaker di Singapura sudah berakhir. Pelan namun pasti, pembatasan di Singapura akan dibuka. Bahkan sudah ada jalur cepat untuk pekerja dan traveler yang berkepentingan di antara Singapura dan China. Namun ada kabar buruk lainnya: Lion Air berhenti terbang. Apa alasannya, ya? Dan kira-kira sampai kapan, nih?

Pesawat dan Kereta Dilarang Beroperasi

Pesawat dilarang beroperasi (unsplash)

Pada tanggal 24 April 2020 lalu, pemerintah Indonesia tidak memperbolehkan pesawat dan kereta komersil untuk beroperasi. Baik perjalanan ke luar negeri, maupun luar kota (domestik). Hal ini disampaikan oleh Novie Riyanto, yaitu Direktur Jenderal Perhubungan. Larangan ini berlaku hingga 1 Juni 2020.

Namun, penerbangan masih diizinkan untuk beberapa pihak. Di antaranya adalah pimpinan lembaga tinggi negara, wakil kenegaraan, ataupun organisasi internasional. Termasuk pemulangan WNI dan WNA ke negaranya.

Sempat Kembali Beroperasi

Lion Air (IG:lionairgroup)

Namun, larangan tersebut ternyata nggak berlangsung lama. Lion Air terbang lebih awal. Pada tanggal 3 Mei 2020, diumumkan bahwa maskapai ini akan mulai beroperasi lagi. Namun ada banyak peraturan bagi penumpangnya.

Lion Air berhenti beroperasi dan kembali terbang lebih awal untuk penumpang khusus. Di antaranya adalah pimpinan lembaga tinggi negara RI atau tamu konsulat jenderal, konsulat asing, perwakilan organisasi internasional yang memiliki kedudukan di Indonesia.

Syarat untuk jadi penumpang pun cukup ribet. Penumpang harus memiliki Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit yang menjelaskan bahwa penumpang bebas Covid-19. Termasuk surat pernyataan rute PSBB, dan surat keterangan perjalanan dari perusahaan.

Kini, Lion Air Berhenti Terbang Lagi

Lion Air Berhenti Terbang (IG:lionairgroup)

Lewat website resminya, Lion Air mengumumkan bahwa mulai hari ini, 5 Juni 2020 akan berhenti beroperasi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini termasuk Wings Air dan Batik Air yang berada di grup Lion Air.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, berhentinya Lion Air bisa jadi dipicu oleh banyak hal. Salah satunya adalah aturan yang berubah-ubah. Hal ini disampaikan oleh pengamat dari Arista Indonesia Aviation Centre (AIAC).

Peraturan terbaru: Penumpang wajib menunjukkan hasil tes PCR. Diketahui harga tes mencapai 2,5 juta. Sedang banyak penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket, sudah tidak memenuhi syarat terbang. Sedang, refund dalam bentuk uang jelas akan memberatkan maskapai.

Garuda Indonesia Juga Sempat Mengeluh

Garuda Indonesia (IG:garuda.indonesia)

Dilansir dari cnnindonesia.com, tingginya biaya tes PCR juga dikeluhkan oleh Maskapai Garuda Indonesia. Bahkan Direktur Garuda Indonesia, yaitu Irfan setiaputra mengatakan bahwa syarat naik pesawat jauh lebih mahal daripada harga tiketnya itu sendiri.

Irfan juga menyampaikan, bahwa harga mahal itulah yang bakalan mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli tiket pesawat. Garuda Indonesia bahkan khawatir bahwa orang-orang justru akan menghindari moda transportasi udara.

Penumpang Bisa Dapat Full Refund

Dapat Full Refund (IG:lionairgroup)

#SGB_Family sudah terlanjur membeli tiket? Tenang saja, karena Lion Air berhenti terbang, kamu bakalan mendapat full refund. Lion Air Group memfasilitasi calon penumpang yang sudah memiliki tiket dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan atau perubahan jadwal gratis, alias nggak ada tambahan biaya.

Pengembalian dana dapat dilakukan di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia. Pengajuan refund juga bisa melalui layanan kontak pelanggan (call centre) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899 atau melalui e-mail refund.voucher@lionair.co.id .

Kriteria Calon Penumpang Pesawat

Kriteria penumpang (IG:lionairgroup)

Bagi #SGB_Family yang berencana untuk bepergian, inilah kriteria penumpang Lion Air:

  1. Merupakan perjalanan orang yang bekerja pada pemerintah atau swasta.
  2. Menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Indonesia, Kepolisian RI yang ditandatangani oleh minimal pejabat tingkat eselon II
  3. Menunjukkan surat tugas bagi pegawai BUMN, lembaga non pemerintah yang disetujui Direksi/Kepala Kantor
  4. Menujukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil NEGATIF yang berlaku 7 hari atau surat keterangan Rapid Test hasil NON REAKTIF berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
  5. Surat keterangan bebas gejala influensa dari Rumah Sakit
  6. Bagi yang tidak mewakili lembaga harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui Kepala Desa
  7. Identitas diri (KTP)
  8. Melaporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal penugasan, waktu pulang).

Wah, persyaratan yang cukup panjang dan mahal ini bikin mikir lagi mau bepergian ke manapun ya. Selama nggak ada kepentingan yang sangat mendesak, ditambah Lion Air berhenti terbang sementara, ada baiknya kita mengisi waktu untuk menabung dulu. Kalau kangen liburan, coba nonton rekomendasi film traveling versi SGB, deh. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×