fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru May 30, 2020

Protokol Keluar Masuk Bandara Indonesia, Perhatikan Ya!

Bagikan

Seperti berakhirnya Circuit Breaker Singapura, PSBB di beberapa kota Indonesia pun akan berakhir pada 4 Juni 2020. Penerbangan komersil yang sempat dilarang terbang pun sudah mulai dibuka dan penuh penumpang. Meski begitu, ada protokol keluar masuk bandara Indonesia yang harus dipatuhi, lho. Perhatikan, ya.

Hasil PCR Negatif

KBRI Singapura

Peraturan baru yang diberlakukan ini dilakukan sebagai pencegahan penyeberan infeksi. Pemerintah pun menyusun protokol keluar masuk Bandara Soekarno Hatta dan Juanda yang berlaku bagi warga negara Indonesia, maupun wisatawan asing.

Pertama, penumpang harus membawa hasil PCR yang hasilnya negatif. PCR adalah polymerase chain reaction atau pemeriksaan laboratorim untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Penumpang yang membawa hasil PCR miliknya dan hasilnya negatif, bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu pemeriksaan kesehatan tambahan seperti cek suhu, nadi, pengamatan tanda dan gejala, serta wawancara.

Jangan salah, jasil PCR milikmu harus mendapat validasi di tahap selanjutnya. Pengecekan ini akan berakhir dengan izin kesehatan. Jika sudah mengantongi izin ini, maka penumpang bisa melanjutkan perjalanan dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Tidak Mempunyai Hasil Tes PCR

Akan dicek di laboratorium (Photo by Ani Kolleshi on Unsplash)

Bagaimana dengan penumpang yang tidak membawa hasil tes? Protokol keluar masuk bandara Indonesia tetap harus dilewati. Penumpang harus melewati pemeriksaan kesehatan dan melakukan TES CEPAT COVID-19.

Jika hasi dari tes tersebut REAKTIF, maka penumpang bakalan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan Wisma Atlet atau tempat lainnya. Lalu bagaimana jika hasilnya NON REAKTIF?

Penumpang yang menunjukkan hasil tes negatif, tetap akan dibawa ke Wisma Karantina Pademangan atau hotel yang ditunjuk. Langkah selanjutnya adalah melakukan TES PCR.

Langkah Lanjutan

Pemeriksaan lanjutan (Photo by Annie Spratt on Unsplash)

Hasil dari Tes PCR akan menentukan langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Jika hasilnya POSITIF, makan penumpang akan langsung dirujuk ke Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan untuk Covid-19 lainnya.

Namun, jika hasilnya adalah NEGATIF, penumpang akan dibawa ke Wisma Karantina Pademangan atau tempat yang ditunjuk lainnya. Baru setelah itu penumpang diperbolehkan untuk pulang dan melanjutkan perjalanan, atau karantina mandiri selama 14 hari.

Protokol keluar masuk Bandara Soekarno Hatta dan Juanda ini dibuat berdasarkan Surat Menteri Kesehatan RI PM.03.01/Menker/338/2020, seperti yang disampaikan oleh KBRI Singapura.

Apakah Tes PCR Itu?

Selain untuk mendeteksi virus, TES PCR kini juga digunakan untuk mendiagnosis COvid-19. Dilansir dari alodokter.com, pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, dan cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan).

Lendir yang ada di orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan) juga akan diambil sampelnya dengan metode swab. Proses ini nggak sakit, kok. Lendir pun kemudian bakalan diteliti di laboratorium.

Deteksi virus ini bakalan diawali dengan pengubahan RNA menjadi DNA. Cara yangd igunakan adalah dengan reverse-transcriptase, sehingga teknik pemeriksaan virus RNA dengan mengubahnya dulu menjadi DNA dan mendeteksinya dengan PCR disebut reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).

Berfungsi Memastikan Tes Rapid

Photo by Amplitude Magazin on Unsplash

#SGB_Family sudah menjalani tes Rapid? Jangan salah, tes ini belum bisa memastikan apakah seseorang positif Covid-19 atau nggak. Rapid tes hanyalah untuk memastikan adanya antibodi lgM dan igG yang ada ditubuh. Antibodi inilah yang muncul ketika seseorang teinfeksi Covid-19.

Jika hasil tes Rapid-mu positif juga jangan langsung panik. Hal ini belum bisa dijadikan patokan bahwa kamu juga positif terinfeksi Covid-19. Bisa jadi antibodi yang terbentuk dikarenakan oleh virus dari penyakit lainnya.

Inilah alasan dibalik pentingnya juga melakukan tes PCR, yaitu untuk menegaskan hasil dari tes rapid. Hingga berita ini ditulis, cara ini adalah yang paling akurat untuk bisa mendeteksi apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Nah itulah hal-hal yang perlu diperhatikan jika ingin bepergian. Protokol keluar masuk Bandara Soekarno Hatta dan Juanda ini wajib dipatuhi. Kalau memang nggak ada kepentingan yang sangat amat mendesak, ada baiknya #SGB_Family di rumah saja.

Namun, jika harus keluar rumah pun, jangan lupa untuk mempraktekkan protokol masuk rumah. Nggak mau kan bawa penyakit saat bertemu dengan keluarga kesayangan? Pastikan juga nggak lupa mengenakan masker dan tetap rajin mencuci tangan. Stay safe!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial