fbpx

Pria Berisiko Lebih Besar atas Covid-19, Kenapa?

  • May 10, 2020
  • Dibaca 9 kali

Nggak cuma Singapura, Indonesia, Malaysia, hampir semua negara di dunia sedang berperang melawan virus Covid-19. Beberapa negara memiliki caranya sendiri, seperti Circuit Breaker Singapura atau Indonesia yang memberlakukan PSBB. Pencegahan tertular pun wajib dipraktekan sebagai upaya menjaga diri sendiri. Namun, tahukah kalian bahwa pria berisiko lebih besar atas Covid-19? Ini alasannya.

Jumlah Kasus Pria Lebih Tinggi

Covid-19 (Photo by CDC on Unsplash)

Dilansir dari thejakartapost.com, Rumah Sakit Tongren Beijing melakukan penelitian tentang perbedaan bagaiman Covid-19 berkembang pada pria dan wanita. Hasilnya, memang pria berisiko lebih besar atas Covid-19. Pertanyaannya, “Apakah pria lebih rentan terkena atau meninggal akibat Covid-19?

Tim penilitian mengamati 43 pasien Covid-19 yang telag dirawat oleh dokter bersama dengan 1056 pasien lainnya. Dokter juga melihat data wabah SARS pada tahun 2003, hal ini dikarenakan virus ini mirip dengan Covid-19.

Tidak Hanya Tua

Unsplash

Dari beberapa penelitian diketahui bahwa pasien yang lebih tua dan memiliki kondisi spesifik cenderung menjadi lebih parah dan cenderung meninggal. Namun, temuan barunya adalah pria berisiko lebih besar menjadi lebih parah jika terinfeksi Covid-19.

Para peneliti menemukan bahwa pasien laki-laki juga cenderung memiliki lebih banyak penyakit yang parah, bahkan lebih dari 70% pasien Covid-19 yang meninggal adalah laki-laki. Hal ini berarti laki-laki memiliki 2,5 kali tingkat kematian yang lebih tinggi daripada wanita.

Hasil ini diperkuat oleh para peneliti yang menganalisis data pasien SARS. Mereka juga menemukan bahwa tingkat kematian yang secara signifikan lebih tinggi adalah di antara pria. Bahkan di beberapa kasis, tingkat keparahan penyakit, tanpa memandang usia.

Alasan Pria Berisiko Lebih Besar

Diutamakan pasien pria dan tua (unsplash)

Pria cenderung berisiko lebih besar atas Covid-19 bukan tanpa alasan. Disebutkan bahwa kadar protein yang disebut sebagai ACE2 ditemukan pada sel-sel yang diserang oleh virus Covid-19 dan SARS, cenderung lebih tinggi dimiliki laki-laki.

Perlu diperhatikan, mereka yang memiliki penyakit kardiovaskular, termasuk pasien dengan riwayat diabetes, setelah penelitian ditemukan bahwa semuanya memiliki hasil yang lebih buruk jika terinfeksi Covid-19. Para peneliti pun terus melakukan penelitian dan studi yang lebih luas agar bisa mengkonfirmasi hasil mereka.

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pria berisiko lebih besar atas Covid-19 ini merujuk pada saran untuk merekomendasikan perawatan suportif tambahan dan akses cepat ke unit perawatan intensif bagi pasien pria yang lebih tua, dijelaskan oleh Dr Jin Kui Yang, peneliti yang juga seorang dokter.

Nah, itulah alasan mengapa pria berisiko lebih besar atas Covid-19. Namun hal ini harusnya nggak membuat wanita lebih abai. Disarankan agar semua #SGB_Family tetap waspada dan terus mempraktekkan social distancing dan pencegahan penularan infeksi, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×