fbpx
Topik / Artikel
Kuliner April 30, 2020

Lau Pa Sat, Pasar Tertua Singapura dengan Desain Bangunan ala Victoria

Bagikan

Singapura memang surganya wisata serba ada. Mau liburan bareng sahabat dan foto-foto, ada banyak spot instagenic yang bisa datangi. Kalau mau kuliner, ada banyak tempat makan Singapura yang wajib dicicipi. Salah satunya adalah Lau Pa Sat, pasar tertua Singapura yang menyuguhkan kuliner khas, sejarah, juga bangunan cantik bergaya Victoria. Yuk, lihat lebih dekat.

Berusia Hampir Dua Abad

Telok Ayer Market (Wikipedia)

Dulunya Lau Pa Sat dikenal dengan nama Pasar Telok Ayer. Dibuka pertama kali pada tahun 1823 dan dibangun dari kayu dari lantai hingga atap. Lokasinya berada di pantai ujung barat market Street. Namun, tujuh tahun setelahnya kondisinya menjadi sangat buruk, bobrok dan dianggap sangat tidak nyaman.

Akhirnya, dibangunlah gedung baru dengan desain Goerge D. Coleman, Pengawas Pemerintah Pekerjaan Umum yang pertama. Sayangnya, gedung tersebut hanya bertahan hingga tahun 1879 dikarenakan proyek reklamasi tanah di Telok Ayer Basin. Pasar pun dipindahkan ke lokasi baru, yaitu Collyer Quay.

Hadir dengan Wajah Baru

Lau Pa Sat (IG: @rajaramanphotography  )

Pasar baru dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada 1894 sesuai dengan rancangan Insiyur kota saat itu, yaitu James MacRitchie. Sekitar tahun 1970-an, rencana besar pun dibuat untuk mengubah lingkungan pasar untuk menjadi lebih nyaman. Nama baru ditunjuk, Lau Pa Sat, dengan seluruh struktur bangunan dibongkar. Pasar tertua di Singapura ini resmi menjadi Monumen Nasioan pada tahun 1973.


Meski seluruh bangunan dibongkar, beberapa tahun kemudian, disusun kembali sepotong demi sepotong dengan sangat mempertahankan desain aslinya. Fitur khasnya antara lain adalah elemen besi cor Victoria yang dibuat di Eropa, juga langit-langit tinggi berbentuk segi delapan yang indah.

Menara Jam (IG: jaycee.wh )

Lau Pa Sat memiliki delapan lorong yang dibelah oleh pintu masuk yang besar. Inilah yang membuat pasar ini tetap nyaman, karena udah bisa keluar masuk dengan sangat baik. Tambahan baru dan langsung menjadi ikonik dari Lau Pa Sat adalah menara jam. Ini merupakan rumah lonceng berbahan perunggu yang dibuat di Belanda.

Buka 24 Jam, Lho!!

Di dalam pasar (IG: angelina_hello )

Mana nih suaranya yang khusus ke Singapura untuk berburu kuliner tradisionalnya? Wajib memasukkan Lau Pa Sat dalam daftar destinasi #SGB_Family. Serunya, pasar ini buka hingga 24 jam! Jangan kaget kalau tempat ini bakalan penuh orang di jam makan siang atau malam. Saat datang di malam hari, kamu bisa menemukan Satay Street. Jalanan akan ditutup dengan meja-meja kaki lima yang menjual berbagai varian sate seafood! Pastikan kamu menanyakan harganya dulu, ya.

Satay Street (IG:  @javan )

Makanan Lokal Hingga Internasional

Surga Kuliner Singapura (IG: london.foodguy )

Dari kuliner tradisional seperti Rice Chicken, hingga makanan Cina, Turki, bahkan vegetarian bisa ditemui di Lau Pa Sat. Setiap kios pun akan dilengkapi keterangan halal atau non halal. #SGB_Family bisa bertanya kalau belum yakin.


Silakan mampir ke Pepper Castle bagi yang penasaran dengan kuliner India. Delicius Pastisseri bakalan memanjakan lidahmu dengan cheesecake matcha khas Jepang yang lumer banget! Mau cari makanan Indonesia? Ada kok! Kamu bahkan bisa menemukan rujak di sini. Seru banget, kan? Tenang saja, makanan-makanan di sini dibanderol mulai dari SGD 5. Kantong tetap aman.

Menu di Pasar (IG: sgfoodonfoot )

Nah, jadi penasaran kan bagaimana penampakan Lau Pa Sat dari dekat? Langsung saja masukkan pasar tertua ini ke dalam buku catatanmu. Siap-siap eksplor di liburan selanjutnya!!

LAU PA SAT
Mulai SGD 5
18 Raffles Quay, Singapore 048582
24 Jam
Raffles Place, Downtown

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Populer

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×