fbpx

Tingkat Kematian Covid-19 Indonesia Tertinggi ASIA, Ini Alasannya!

  • April 27, 2020
  • Dibaca 17 kali

Pasien Covid-19 di Singapura tertinggi di ASEAN dengan jumlah mencapai lebih dari 13.000. Urutan selanjutnya adalah Indonesia dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 8882 orang per 26 April 2020. Dari jumlah tersebut, ada 743 pasien yang meninggal dunia. Dengan ini, Indonesia punya tingkat kematian Covid-19 tertinggi di ASIA. Ini penjelasan dari ahlinya!

Umur Senja dan Penyakit Komplikasi

Orang berusia senja lebih rentan ( Photo by Elien Dumon on Unsplash )

Indonesia punya tingkat kematian Covid-19 tertinggi di ASIA dipengaruhi oleh banyak faktor. Dilansir dari channelnewsasia.com, ahli epidomiologi Indonesia, Pandu Riono menyatakan bahwa ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kematian karena Covid-19. Di antaranya adalah usia dan kondisi yang mendasari pasien tersebut.

Kamu Perokok? Pikir lagi!

Perokok ( Photo by Sajjad Zabihi on Unsplash )

Selain itu, Pandu Riono juga menjelaskan bahwa kebanyakan orang Indonesia kurang menjaga kesehatan. “Banyak orang Indonesia umumnya kurang bugar dan ini membuat mereka lebih rentan.“, jelasnya.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2015, ternyata Indonesia memiliki tingkat perokok pria tertinggi di dunia, yaitu mencapai 75%. Ini juga yang menjadi alasan kenapa orang Indonesia banyak yang memiliki penyakit jantung, hipertensi, juga diabetes.

Alasan Lainnya

Laboratorium yang terbatas ( Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash )

Faktor lain yang menyebabkan Indonesia punya tingkat kematian Covid-19 tertinggi di ASIA adalah respon yang lambat dari pihak berwenang di tahap awal wabah. Pada awal Maret, hanya ada 1 laboratorium di Indonesia yang mampu melakukan tes Covid-19.


Dr Lia Partakusuma, sekretaris jenderal Asosiasi Rumah Sakit di Indoensia pun berpendapat bahwa respon lambat tersebut termasuk rumah sakit yang kewalahan, banyak dokter yang bekerja terlalu keras dengan minim perlindungan sehingga akhirnya banyak juga yang terinfeksi.

Tes yang Lambat

Tes Covid-19 yang lambat ( Photo by Martin Sanchez on Unsplash )

Dr Partakusuma juga mencatat bahwa jumlah tes yang dilakukan Indonesia dianggap rendah dibandingkan dengan negara lain di ASIA. Dengan jumlah populasi hingga 260 juta, hingga pada Rabu kemarin baru melakukan sekitar 55.000 tes.

Sebagai perbandingan, Malaysia telah melakukan 115.000 tes pada 32.6 juta populasinya, sedang Singapura melakukan lebih dari 80.000 tes dengan populasi sebanyak 5,7 juta.

Puncak Covid-19 di Indonesia

Stay at home ( Photo by Chris Barbalis on Unsplash )

Profesor Zubairi Djoerban, kepala gugus tugas Covid-19 di Asosiasi Medis Indonesia menambahkan, “Kami sekarang berada di puncak gunung es di mana jumlah kasus yang dilaporkan tidak sama dengan faktanya. Kemungkinan kasus nyatanya lebih tinggi. Ia juga menyatakan, “Puncaknya akan antara Mei hingga Juni, ketika kami telah tes sebanyak 106.000, maka angka kematian mendekati faktanya.”

Dr Wiku, kepala tim ahli di gugus tugas nasional Covid-19 menjelaskan, “Tingkat kematian Covid-19 yang tinggi di Indonesia saat ini disebabkan oleh keterbatasan deteksi dini dan keterlambatan diagnosis.” Upaya meningkatkan kapasitas laboratorium, lebih banyak sumber daya manusia dan peningkatan kualitas data, maka data kematian di Indonesia akan menjadi lebih dapat dipercaya.

Itulah beberapa informasi tentang faktor yang menyebabkan Indonesia punya tingkat kematian tertinggi di ASIA. Tahan sebentar, ya. Patuhi untuk tetap di rumah dan tidak mudik. Kalau cepat reda, kita semua bisa cepat traveling lagi. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×