fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru April 15, 2020

Covid-19 Distancing Akan Berlanjut Hingga 2022, Benarkah?

Bagikan

Hampir negara di seluruh dunia sedang berperang melawan pandemi wabah Covid-19. Ada banyak hal yang dilakukan untuk menanggulangi bencana ini, di antaranya adalah dengan menutup negara, seperti Malaysia lockdown, juga memberlakukan Circuit breaker seperti yang dilakukan Singapura. Indonesia, khususnya di Jakarta sudah mempraktekkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menekan jumlah penyebaran yang tak juga habis. Namun belakangan beredar berita bahwa Covid-19 distancing akan berlanjut hingga 2022. Benarkah? Yuk baca ulasannya di bawah ini. 

Covid-19 Distancing Satu Kali Apakah Cukup? 

Negara lockdown ( Photo by Dan Burton on Unsplash )

Dilansir dari theguardian.com, sebuah makalah diterbitkan dalam jurnal Science, menyimpulkan bahwa Covid-19 distancing satu kali tidaklah cukup mengendalikan pandemi. Bisa jadi puncak sekunder lebih parah dari yang telah terjadi sekarang. Sebuah skenario, atau model matematika memperkirakan puncaknya juga terjadi di masa mendatang, sekitar tahun 2025. Khususnya jika vaksin atau obat Covid-19 yang efektif belum ditemukan. 

March Lipsitch, profesor epidomiologi di Harvard yang juga seorang rekan penulis di penelitian ini menyatakan, “Infeksi menyebar ketika ada dua hal: orang yang terinfeksi dan orang yang rentan. Kecuali jika ada kekebalan yang jauh lebih besar daripada yang kita sadari … mayoritas populasi masih rentan. Memprediksi akhir pandemi di musim panas [2020] tidak konsisten dengan apa yang kita ketahui tentang penyebaran infeksi.” 

Makalah yang baru terbit ini menambah perhatian bahwa jarak fisik atau Covid-19 discancing mungkin diperlukan lebih lama untuk menjaga jumlah pasien yang terinfeksi. 

Langkah yang Diperlukan

Social Distancing ( Photo by Kate Trifo on Unsplash )

Dalam makalah juga disebutkan bahwa prospek Covid-19 distancing mungkin perlu diberlakukan secara bergantian, beberapa waktu ketat, lalu longgar. Hal ini untuk menjaga jumlah kasus perawatan kritis di rumah sakit tetap dalam kapasitas yang sanggup dilayani oleh petugas kesehatan. Namun hal ini tidak bisa dihindarkan dari risiko kesehatan beberapa orang yang memiliki kekebalan tubuh berbeda. Infeksi akan tetap serius jika vaksin belum tersedia. 

Selain perawatan, vaksi, peningkatan kapasitas perawatan kritis dapat mengurangi kebutuhan untuk jarak fisik yang ketat, hal ini juga dijelaskan dalam makalah. “Tetapi dengan tidak adanya ini, pengawasan dan jarak yang terputus-putus mungkin perlu dipertahankan hingga 2022,” penulis menyimpulkan.”

Kemungkinan Lainnya

Update Covid-19 Drug ( Photo by Vincent Ghilione on Unsplash )

Apa yang terjadi dalam lima tahun ke depan sangat bergantung dengan keseluruhan tingkat infeksi saat ini. Apakah semua orang sudah kebal terhadap virus? Untuk berapa lama? Hal-hal tersebut tidak bisa diketahui dan diprediksi secara tepat, dinamika jangka panjang pun tidak dimungkinkan.

Jika masyarakat memiliki kekebalan permanen terhadap Covid-19, wabah ini bisa menghilang selama lima tahun atau lebih setelah wabah pertama. Namun jika kekebalan itu hanya bertahan sekitar satu tahun, maka bisa diprediksi bahwa siklus wabah tahunan yang paling mungkin terjadi. 


“Penting untuk menyadari bahwa model ini konsisten dengan data saat ini tetapi tetap didasarkan pada serangkaian asumsi, misalnya tentang kekebalan yang diperoleh, juga yang belum dikonfirmasi. Oleh karena itu, penelitian ini harus dianggap sebagai skenario yang memungkinkan daripada membuat prediksi yang pasti. ”

Nah itulah prediksi yang mungkin terjadi, namun juga bisa jadi tidak. Apa yang bisa kita lakukan? Memutus rantai penularan dengan tetap diam di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun. Bagi yang masih harus kerja di luar, pastikan menyiapkan senjata lawan Covid-19. Yuk berdoa bersama agar wabah ini cepat berlalu. Udah nggak sabar untuk cepat-cepat liburan, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial