fbpx

Singapura: Denda Untuk Pelanggaran Safe Distance, Perlu Diterapkan di Negara Lain?

  • April 13, 2020
  • Dibaca 113 kali

Mulai 7 April 2020 kemarin, Singapura sudah memberlakukan Safe Distance. Seluruh sekolah dan perkantoran ditutup. Tidak ada yang diizinkan untuk keluar rumah tanpa keperluan yang mendesak. Ternyata, himbauan saja tidak cukup tegas. Akhirnya sejak tanggal 12 April, denda untuk pelanggaran safe distance diberlakukan. Mengejutkan, sudah ada sekitar 3000 pelanggaran. Baca berita lengkapnya di bawah ini. 

3000 Peringatan Pelanggaran Safe Distance

Suasana SG saat Safe Distancing (Facebook:Masagos)

Dilansir dari straitstimes.com, Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli, ada sejumlah 3000 peringatan pelanggaran safe distance yang harus dikeluarkan di hari Sabtu lalu. Pelaku pelanggaran pertama kali hanya akan mendapat peringatan, namun yang kedua kali akan didenda sebesar $300. Jika masih mengulanginya lagi, maka pelanggaran safe distance ini akan ditangkap dan didakwa di pengadilan. 

Jumlah Pelanggaran Telah Berkurang Banyak

Petugas yang mengawasi Safe Distancing (FB: Masagos)

Lebih dari 200 denda sebesar $300 dikeluarkan untuk masyarakat yang tidak mematuhi langkah Safe Distancing. Jumlah ini jauh lebih sedikit dari pada sebelumnya. “Orang Singapura bersikap baik di depan umum. Terima kasih kepada banyak orang yang memilih untuk tinggal di rumah.” jelas Masigos. Menteri pun mendapat banyak umpan balik, yaitu masyarakat yang mengirimkan foto dan video orang-orang yang masih berkeliaran, tidak tinggal di rumah, atau menghina pemberlakukan aturan safe distancing. 

Suasana MRT SG saat Safe Distancing (FB: Masagos)

Wajib Menggunakan Masker

Dilansir dari mothership.sg, kini masker menjadi senjata wajib bagi penjual makanan. Pengumuman ini disampaikan oleh Masagos, bawah semua penjual makanan dan pedagang di pasar wajib menggunakan masker mulai tanggal 13 April 2020. Pengunjung pasar pun mendapat himbauan yang sama. Dan mereka yang tidak mematuhi langkah ini akan ditolak masuk ke dalam 40 pasar yang dikelola oleh NEA atau operator yang ditunjuk NEA.

Suasana pasar mulai 12 April 2020 (mothership.com.sg)

NEA mengatakan bahwa selama long weekend kemarin, kebanyakan masyarakat telah mengikuti langkah-langkah menjaga jarak yang aman, dan antrian di luar pasar lebih tertib, kerumunan di pasar pun berkurang hingga 50%. Situasi pun terus dipantau dan mungkin akan mengambil langkah-langkah yang lebih ekstrim untuk membantu mendukung pemutus rantai penularan Covid-19


Itulah salah satu langkah yang diambil Singapura, yaitu denda pelanggaran safe distance yang ternyata cukup efektif. Bagaimana menurut #SGB_Family, perlukah langkah ini ditiru oleh negara lainnya? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial