fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru April 08, 2020

Cara Whatsapp Batasi Penyebaran Hoax Covid-19, Apakah Itu?

Bagikan

Ada berapa grup Whatsapp nih yang #SGB_Family ikuti? Pasti lebih dari satu. Ada grup keluarga, kantor, teman, juga komunitas. Masing-masing sering berbagi informasi dan berita. Sayangnya, nggak semua informasi yang disebarluaskan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk menghindarinya, Whatsapp ternyata punya cara sendiri untuk batasi penyebaran hoax Covid-19. Baca terus ringkasan beritanya, ya. 

Aturan di Tahun 2018

Whatsapp ( Photo by Allie Smith on Unsplash )

Dilansir dari edition.cnn.com, aplikasi obrolan ini mengambil langkah baru. Sekitar dua tahun lalu, seorang pengguna Whatsapp bisa meneruskan pesan ke 250 grup sekaligus, dengan masing-masing grup menampung ratusan anggota. Karena ini, Whatsapp telah dirundung oleh berita palsu, sedang kemudahan penyebarannya membuat ini menjadi lebih buruk, terlebih saat pandemi Coronavirus seperti saat ini. 

Nggak seperti Facebook atau sosial media lainnya, pesan bisa terbaca oleh perusahaan pendiri. Sedangkan Whatsapp merupakan platform untuk pesan pribadi, sehingga perusahaan tidak tahu apa yang dibahas atau dibagikan. 

Penyebaran Berita Meningkat Tajam

Batas forwarding ( Photo by Christian Wiediger on Unsplash )

Whatsapp merupakan platform perpesanan teks yang dalam beberapa bulan terakhir sering digunakan untuk menyebarkan pesan yang mengandung klaim tentang virus. Sedang apakah informasi tersebut akurat atau tidak. “Kami telah melihat peningkatan signifikan dalam jumlah penerusan yang pengguna katakan kepada kami dapat terasa luar biasa dan dapat berkontribusi pada penyebaran informasi yang salah,” jelas Whatsapp dalam postingannya. 

“Kami percaya penting untuk memperlambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat untuk percakapan pribadi.” tambahnya. Pada tahun lalu, perusahaan telah mengurangi batas 250 menjadi 5 grup sekaligus. Bagaimana dengan saat ini? 

Batas Forwarding Baru

Batasi penyebaran hoax Covid-19 ( Photo by Kev Costello on Unsplash )

Batas forwarding lima kali diperkenalkan setelah pesan tipuan menjadi viral di India. Langkah ini ternyata ampuh menurunkan jumlah penyebaran hingga 25%. Untuk batasi penyebaran hoax Covid-19, batas forwarding yang baru adalah satu. Pengguna hanya bisa memforward pesan satu kali, tidak bisa bersamaan. Meskipun pengguna tetap bisa jika melakukan satu per satu. 

Para ahli menyambut batas yang lebih ketat, namun dirasa masih belum cukup ampuh. Profesor London School of Economics Shakuntala Banaji dan Ram Bhat, yang telah mempelajari penyebaran informasi hoax melalui Whatsapp di India, mengatakan batas forward yang lebih ketat harusnya sudah ada. 

Selain batasi penyebaran hoax Covid-19,  Whatsapp telah mengambil langkah-langkah lain sehubungan dengan pandemi Coronavirus untuk melawan informasi yang salah, seperti menyumbangkan uang ke organisasi pemeriksa fakta. Mereka juga bekerja sama dengan organisasi kesehatan internasional dan nasional untuk membuat obrolan bot yang dapat menjawab pertanyaan tentang virus agar tak ada lagi hoax Covid-19 yang membuat panik.

Hendaknya SGB_Family bisa menahan diri untuk tidak meneruskan berita yang didapat dari grup Whatsapp, terlebih tidak bisa dipertanggungjawabkan sumbernya. “Berhenti di kamu”, begitulah slogan yang sering terdengar. Di tengah wabah seperti ini, rasanya tak perlu menambah panik dengan membaca informasi yang negatif. Lebih baik menambah wawasan dengan berita baik tentang Covid-19, agar bisa tetap semangat. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial