fbpx

Kenali 10 Gejala Covid-19, Ini yang Harus Kamu Lakukan!

  • April 8, 2020
  • Dibaca 15 kali

Wabah Covid-19 yang menyerang ini memang menghantui semua orang di seluruh dunia. Banyak negara yang memberlakukan stay home notice, social distancing, bahkan menutup total seperti Malaysia lockdown. Singapura pun memberlakukan lockdown mulai 7 April 2020 kemarin. Selain menjaga diri dengan melakukan pencegahan agar tak tertular, #SGB_Family wajib mengenal 10 gejala Covid-19 dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Perhatikan artikel berikut, ya.

Gejala Covid-19 biasanya akan muncul mulai dari 2-14 hari setelah terinfeksi virus. Salah satu gejalanya adalah napas pendek. Ini bukan gejala awal namun merupakan tanda yang paling serius. Biasanya gejala ini terjadi dengan sendirinya, meski tidak disertai batuk. Jika terjadi gejala ini, #SGB_Family harus menghubungi layanan kesehatan segera.

Suhu tubuh normal ( Photo by Matteo Fusco on Unsplash )

Demam bisa menjadi gejala kunci bagi penderita Covid-19. Beberapa orang memiliki suhu tubuh inti lebih rendah atau lebih tinggi dari suhu normal, yaitu 37 derajat Celcius. “Salah satu gejala demam yang paling umum adalah suhu tubuh Anda naik di sore hari dan sore hari. Itu adalah cara umum virus menghasilkan demam.” jelas Dr William Schaffer, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville. 

Batuk – Gejala Covid-19 (freepik.com)

Gejala Covid-19 lainnya yang paling umum adalah batuk. “Itu bukan rasa geli di tenggorokanmu. Kamu tidak hanya berdehem. Tidak hanya kesal. Itu berasal dari tulang dada atau tulang dada Anda, dan Anda dapat mengatakan bahwa tabung bronkial Anda meradang atau teriritasi” jelas Schaffner.

Dilansir dari edition.cnn.com, seorang pasien Covid-19 bercerita, “Rasanya seperti seseorang memukuli saya seperti pinata. Dan aku sangat menggigil sehingga … Aku menggigit gigiku. Mereka menyebut mereka kerasnya,” merujuk pada menggigil, sakit di seluruh tubuh dan demam tinggi. Ia juga berhalusinasi dan melihat orang-orang yang tak pernah dilihat sebelumnya. 

Namun para ahli menyatakan bahwa gejala berbeda di masing-masing orang. Beberapa bahkan mungkin tidak menggigil sama sekali. Salah satu gejala Covid-19 yang paling jelas adalah apapun gejala itu tidak membaik setelah seminggu, atau bahkan memburuk. 

Gejala Covid-19 lainnya yang perlu diperhatikan adalah pasien akan mengalami kebingungan yang tiba-tiba atau ketidakmampuan untuk bangun. Ini merupakan tanda serius di mana perawatan darurat sangat diperlukan. Segera cari bantuan jika mengalami atau melihat keluarga mengalami tanda ini, terlebih dibarengi dengan nyeri dada, bibir kebiruan dan kesulitan bernapas. 

Masalah pencernaan (freepik)

Sebuah studi di luar China menyatakan bahwa mereka menemukan bahwa gejala pencernaan (gastrointestinal) terjadi di beberapa pasien. Studi ini menggambarkan gejala unik dari kasus ringan di mana tanda awal adalah masalah pencernaan seperti diare, seringkali bahkan tanpa demam. 

Penelitian dari Cina, Korea Selatan, dan bagian dunia lain menunjukkan bahwa sekitar 15 hingga 3% pasien juga menderita konjungtivitis yang dikenal dengan Pink Eye. Ini adalah peradangan pada lapisan jaringan yang tipis dan transparan (konjungtiva) yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. 

Pasien Coronavirus yang ringan hingga sedang, hilangnya bau dan rasa muncul sebagai salah satu gejala Covid-19 yang paling tidak biasa. “Apa yang disebut anosmia, yang pada dasarnya berarti hilangnya penciuman, tampaknya merupakan gejala yang berkembang pada sejumlah pasien,” kata Kepala Koresponden Medis CNN, Dr. Sanjay Gupta.

Bagi sebagian orang, kelelahan ekstrem dapat menjadi gejala awal dari Coronavirus. Lapiran dari WHO menemukan bahwa hampri 40% dari 6000 pasien mengalami kelelahan yang dapat berlanjut lama setelah virus hilang. Laporan dari pasien yang telah pulih, kelelahan dan kekurangan energi terus berlanjut melewati masa pemulihan standar beberapa minggu. 

Sakit tenggorokan (freepik.com)

Laporan WHO juga menemukan hampir 14% dari 6000 kasus di Cina memiliki gejala sakit kepa dan tenggorokan, sementara hampir 5% memiliki gejala berupa hidung tersumbat. Faktanya, banyak gejala Covid-19 yang menyerupai flu atau alergi, seperti sakit tenggorokan. 

Lalu apa yang bisa dilakukan? Jika gejala yang dirasakan masih ringan hingga sedang, tetap di rumah dan cobalah untuk memulihkan diri dengan istirahat, banyak minum air putih,  dan minum obat penurun demam. Namun jika keluarga yang berusia di atas 60 tahun menunjukkan gejala atau seseorang yang sedang hamil, harus segera menghubungi dokter. 

“Pasien yang lebih tua dan individu yang memiliki kondisi medis yang mendasari atau immunocompromised harus menghubungi dokter meski merasa gejala awal, bahkan ringan,” jelas CDC. 


Yang perlu diperhatikan adalah jika tidak memiliki gejala, jangan meminta tes atau menambah tugas di rumah sakit. Namun, jika memiliki gejala Covid-19 seperti demam dan apapun yang berhubungan dengan saluran pernapasan seperti batuk dan kesulitan bernapas, bisa langsung minta pertolongan. Apa yang harus dilakukan adalah meminta bantuan pada pusat pengujian atau rumah sakit yang dirujuk untuk Covid-19. 

Itulah 10 gejala Covid-19 dan apa yang harus dilakukan jika #SGB_Family mengalami tanda ringan, sedang atau bahkan serius. Pastikan tetap melakukan social distancing,  tetap di rumah, dan menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan. Semoga kita semua diberi kesehatan, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×