fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru April 06, 2020

Begini Cara Pengantin Singapura Rayakan di Tengah Covid-19

Bagikan

Singapura dan beberapa negara lainnya telah memberlakukan aturan lebih ketat berkaitan dengan upaya penekanan jumlah penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah dengan melarang semua kegiatan yang melibatkan banyak orang. Aturan kembali diperketat bahwa kegiatan hanya boleh dihadiri maksimal 10 orang. Begini cara pengantin Singapura rayakan pernikahan di tengah Covid-19. Baca, yuk. Siapa tahu bisa dicontek, nih. 

Mengadakan di Rumah

Pasangan Pengantin Singapura (channelnewsasia.com)

Dilansir dari channelnewsasia.com, Nona Seow harusnya menikah pada tanggal 2 Mei. Namun, kini ia dan pasangan harus rela mengubah rencananya menjadi jauh lebih sederhana. Awalnya, pasangan ini merencanakan pernikahan indah dan khidmat di gereja dengan mengundang 500 tamu. 

Namun, pemerintah mengumumkan bahwa sebagian besar tempat kerja bakalan ditutup pada tanggal 7 April hingga 4 Mei 2020. Registry of Marriageages memberitahu untuk menunda acaranya. Departemen Kesehatan pun merilis himbauan bahwa acara-acara sosial dan pertemuan, termasuk pernikahan tidak boleh memiliki tamu lebih dari 10. Nona Seow dan pasangan memutuskan untuk mengambil keputusan yang sulit. 

Nona Seow dan pasangan akhirnya melangsungkan pernikahan di rumah suaminya sekarang. Hanya ada sembilan orang yang hadir. Termasuk orang tua dan seorang saksi. Cara pengantin Singapura ini cukup bagus. Status baru tetap disandang, namun nggak membahayakan orang lain.

Tamu Virtual

Menyaksikan acara lewat streaming ( Photo by John Schnobrich on Unsplash )

Momen sakral dan bahagia, termasuk pernikahan memang akan semakin sempurna jika bisa dihadiri oleh para sahabat. Namun, kondisi di tengah serangan Covid-19 seperti sekarang ini membuat kita harus puas dengan segala keterbatasan, demi kebaikan bersama. 

Dalam acara Nona Seow, hadir pula teman-temannya menggunakan Facebook dan Instagram live yang menayangkan upacara langsung untuk keluarga besar dan teman-teman yang hanya bisa menonton dari jauh. Nona Seow tetap berharap untuk bisa melanjutkan acara resepsi hotelnya ketika kondisi memungkinkan.  

Paket Streaming

Camera untuk layanan streaming live ( Photo by Alexander Wang on Unsplash )

Langkah pintar juga diikuti oleh penyelenggara kegiatan. Seperti Kanthan Jay, seorang fotografer pernikahan kini menyediakan paket streaming live profesional. Ini bisa menjadi layanan alternatif bagi pasangan yang ingin melanjutkan acara di tengah batasan-batasan yang diciptakan pemerintah untuk kebaikan bersama. Layanan ini akan menunjang acara seperti cara pengantin Singapura ini.

Berbekal dua set kamera, juga mesin enkode untuk koneksi yang lebih baik. Kanthan menyatakan bahwa yang menjadi tantangan adalah bagaimana menjadikan streaming live tidak terganggu. Acara pernikahan seperti ini juga menjadi lebih singkat karena tidak ada tamu yang perlu antre untuk mengambil foto yang biasanya memakan waktu hingga tiga jam. 

Jangan Nekad!

Ilustrasi pernikahan ( Photo by Olivia Bauso on Unsplash )

Cara pengantin Singapura untuk tetap melanjutkan pernikahan ini bisa banget ditiru kalau #SGB_Family nggak ingin menunda lebih lama lagi, namun masih tetap aman. Jangan sekali-kali nekad dengan tetap mengadakan acara yang mengumpulkan orang banyak. Beberapa kasus sudah bisa menjadi contoh. Salah satunya adalah pernikahan mewah di Jakarta dengan ribuan tamu. Sebagai hukuman, pangkat si empunya acara harus diturunkan untuk memberi pelajaran untuk orang lain. 

Bagi #SGB_Family yang udah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat, cara pengantin Singapura di atas bisa menjadi inspirasi. Hitung-hitung, bisa jadi lebih hemat, lho. Setuju, kan? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial