fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru March 30, 2020

Stay Home Notice di Singapura, Seperti Apa Penampakannya?

Bagikan

Beberapa hari yang lalu, Singapura sudah memberlakukan Stay Home Notice untuk warga negara Singapura dan pemegang izin tinggal jangka panjang yang baru datang dari luar negeri. Beberapa harus diasingkan dari keluarga dan tinggal di hotel. Kalau demi keamanan dan kesehatan orang-orang tercinta, apa sih yang nggak? Mereka pun harus tinggal di dalam kamar hotel selama 14 hari. Penasaran apa saja yang dilakukan dan bagaimana penampakan stay home notice di Singapura? Yuk simak ringkasannya berikut ini. 

Kamar hotel Swissotel ( swissotelthestamford )

Dilansir dari channelnewsasia.com, Claudia Wu harus menjalani karantina atau stay home notice di sebuah hotel setelah melakukan perjalanan ke Honolulu dan Hawai. Pada 24 Maret 2020 kemarin, para semua warga Singapura yang kembali dari Inggris dan Amerika langsung dijemput di bandara dan diantar ke hotel untuk menjalani Stay Home Notice. Hal ini dilakukan karena kasus Covid-19 di Singapura paling banyak diimpor dari dua negara tersebut. 

Kamar salah satu pengungsi (channelnewsasia.com)

Tidak seperti staycation, tamu seperti Claudia Wu tidak diijinkan untuk keluar dari kamar. Meski begitu, Claudia tidak keberatan karena ia tinggal bersama sang nenek. Pulang ke rumah artinya akan membahayakan sang nenek tersayang. Wu menyatakan kamar hotelnya di Swissotel Stamford Singapura bersih, koneksi internet sangat baik, sudah cukup. 

Beberapa hotel yang menerima tamu untuk program Stay Home Notice memberikan perlakuan sangat hati-hati. Makanan yang disediakan berbeda dengan tamu lainnya. Swissotel Stamford memberikan tiga pilihan menu yang bisa dipilih secara online dan tamu bisa memilih untuk setiap harinya. Makanan akan diantar ke kamar dengan menggunakan kotak sekali pakai. Sprei dan handuk juga diganti dalam beberapa hari. Hotel ini bahkan menyediakan laundry. 

Ilustrasi lift ( Photo by Izhak Agen)cy on Unsplash

Hotel Grand Park Orchard juga memiliki perlakuan khusus. Hotel ini menyediakan pintu dan lift khusus untuk pengungsi. Sehingga mereka tidak menjadi satu dengan pelanggan restorannya. Ada sekitar 100 kamar di hotel ini yang digunakan untuk pengungsi Stay Home Notice. Grand Park Orchard juga menghindari staf lansia untuk melayani para pengungsi. Selain itu, kamar dipastikan memiliki pergantian udara selama 12-24 jam setelah ditinggalkan. Area umum bangunan pin dibersihkan dan didesinfeksi setiap pagi.

Peralatan kerja (channelnewsasia.com)

Para pengungsi masih harus bekerja, mengerjakan tugas sekolah, dan lain-lain. Salah satunya adalah Aaron Fu yang harus merasa nyaman di sebuah kamar Village Hotel Sentosa. Ia menciptakan area kerja, area untuk olahraga dengan menyingkirkan salah satu tempat tidur. Ia juga masih bisa membuat smoothies dari buah-buah yang dikirimkan oleh keluarganya. Monitor, webcam, juga keyboard juga dikirim oleh keluarganya agar Aaron bisa bekerja seperti biasa. Siti Adilla yang tinggal di Holiday Inn Express, Clarke Quay juga mendapat kiriman makanan, snack, bahkan peralatan untuk membersihkan diri dari temannya. 



Hotel lainnya, yaitu Rasa Sentosa Resort & spa Shangri La, Grand Park Orchard, dan Far East Hospitality telah menyisihkan seluruh komplek untuk warga Singapura yang mendapat Stay Home Notice dan memindahkan seluruh tamu ke hotel lain. Semoga cara ini bisa menekan, bahkan memutus rantai infeksi dari virus ini, ya. Untuk sementara, betahin untuk tetap di rumah demi liburan lagi lebih cepat. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Populer

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×