fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru March 30, 2020

Kisah Pasien Covid-19, dari Tangan Diikat Hingga Berhasil Sembuh

Bagikan

Naiknya angka pasien yang terinfeksi Covid-19 memang bikin merinding. Virus ini sangat cepat menyebar, tak hanya di Singapura, Indonesia, tapi dunia. Di Negeri Singa sendiri ada tiga pasien yang nggak berhasil sembuh dan meninggal dunia. Penasaran nggak sih apa yang dialami pasien Covid-19 dan bagaimana rasanya. Baca yuk ringkasan singkatnya agar kita paham apa yang sedang kita hadapi. 

Tuan Raymond Koh (straitstimes.com)

Dilansir dari straitstimes.com, Raymond Koh bercerita mengenai pengalamannya menjadi pasien Covid-19. Awalnya, Tuan Koh merasa demam dan berpikir terkena demam berdarah. Ia dan istrinya pun berkunjung dua kali ke rumah sakit karena demamnya tak juga reda. Pada tanggal 8 Maret istrinya membawa Tuan Koh ke Klinik di Punggol. 

Ternyata dokter menemukan kelainan di paru-paru Tuan Koh dan memutuskan untuk memanggil ambulan. Ia pun dibawa ke gawat darurat di Rumah Sakit Umum Sengkak, hasil tes selanjutnya pun mengkonfirmasi bahwa dirinya terinfeksi Covid-19. Tuan Koh pun langsung merasa khawatir. “Saya pikir jika saya positif, banyak orang dapat terinfeksi. Saya memikirkan keluarga saya, rekan-rekan saya, bahkan orang-orang yang berada di kereta yang sama dengan saya.”, jelasnya. 

Ilustrasi ICU ( Photo by Allie Smith on Unsplash )

Setelah dikonfirmasi positif Covid-19, istri dan putra dari pasien Covid-19 ini diminta untuk mengkarantina mandiri selama 14 hari. Sedang, Tuan Koh langsung dibawa ke ICU. Ia pun menyempatkan diri mengirim pesan kepada istri dan anaknya untuk menyampaikan betapa ia mencintai keluarganya. 

Di dalam ICU, Tuan Koh diberi obat penenang untuk memfasilitasi prosedur intubasi dan terhubung dengan ventilator. Saat bangun, sudah ada enam tabung, di antaranya di mulut, hidung, leher, dan tiga di tangan. Tuan Koh tidak bisa berbicara. 

Ilustrasi pasien ( Photo by Olga Kononenko on Unsplash )

Selama di ICU, Tuan Koh diikat pada ranjang rumah sakitnya. Hal ini dilakukan agar Tuan Koh tidak memaksa melepas tabung-tabung yang tersambung dengan badannya. Ia mengaku kesulitan tidur. Pada suatu hari, Tuan Koh bahkan merasa kesakitan. 

Namun, semangat yang diberikan keluarga membuat Tuan Koh tidak menyerah. Dokter dan perawat juga tak pernah absen memberikan dukungan agar tetap semangat. Bahkan, kantor tempatnya bekerja, juga tetangga mengirimkan makanan ke rumah keluarga yang sedang dikarantina. Akhirnya, pada 19 Maret, Tuan Koh keluar dari rumah sakit dengan tes negatif. Mantan pasien Covid-19 ini akhirnya bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya. 

Hawker Centre (IG: monsterdaytours )

Tuan Koh mengaku tidak melakukan atau berkunjung ke tempat tak biasa. Ia hanya menjalani rutinitasnya seperti biasa sebelum terkena demam. Tuan Koh adalah seorang karyawan OCBC Bank yang naik kereta untuk bekerja di Raffles Place dan makan siang atau malam di Hong Lim Hawker Center. Tuan Koh juga mengaku bahwa ia merasa tidak bertemu dengan siapapun dengan gejala Covid-19. 



Virus ini dapat menulari siapa saja. Tuan Koh menyatakan, “Aku tidak pernah mengira akan terkena virus karena aku tidak pergi ke tempat hiburan atau melakukan kegiatan di luar setelah bekerja. Jadi jangan anggap kamu aman. Siapa pun dapat tertular virus di mana saja.”

Itulah cerita pengalaman dari mantan pasien Covid-19. Semoga #SGB_Family bisa mengambil pelajaran untuk terus sabar dengan tetap di rumah, menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Ini juga agar semua ini cepat reda dan keadaan kembali normal. Udah nggak sabar untuk liburan lagi, kan? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial