Subscribe to Get Latest Updates!
EMAIL
Secure and Spam free...
Topik / Artikel
Berita Terbaru March 27, 2020

Status DORSCON Singapura Menjadi Merah, Benarkah?

Bagikan

Wabah Covid-19 nggak bisa dianggap remeh. Bagi Singapura yang sebelum berhasil menjaga angka kematian tetap di nol pun harus merelakan dua pasiennya yang meninggal karena Covid-19. Setiap harinya, jumlah kasus baru terus bermunculan dengan jumlah yang tidak sedikit. Di tengah kondisi yang tidak membaik, banyak rumor yang bermunculan. Salah satunya adalah status DORSCON Singapura menjadi merah. Apakah rumor ini benar? 

Status DORSCON (straittimes.com)

Seperti yang diketahui, tingkatan status DORSCON ada empat, yaitu hijau kuning, oranye dan merah, tergantung pada tingkat keparahan dan penyebaran penyakit. Masing-masing mengandung himbauan dan dampak yang dijelaskan kepada masyarakat, termasuk dengan langkah-langkah yang diambil dalam kehidupan sehari-hari, seperti pemeriksaan suhu dan tindakan yang diperbolehkan atau tidak. 

Ministry of Health (www.moh.gov.sg)

Dilansir dari straittimes.com, pada bulan Februari 2020 kemarin, status DORSCON Singapura menjadi ORANYE. Dilansir dari channelnewsasia.com, status dengan warna ini dianggap parah dan menyebar dengan mudah ke orang lain. Efek dari status DORSCON Singapura ini, di antaranya sekolah-sekolah akan menangguhkan kegiatan antar sekolah dan eksternal hingga liburan akhir Maret. Selain itu, pengusaha harus meminta staf untuk mengukur suhu badan sebanyak dua kali dalam sehari, termasuk gejala pernapasan, seperti batuk dan pilek. 

Fake news headline on a newspaper (Photo created by rawpixel.com – www.freepik.com)

Kemarin, pada tanggal 26 Maret 2020, Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, S. Irawan menyatakan, “Kami sadar telah ada informasi palsu yang disampaikan di berbagai platform yang menyatakan bahwa status DORSCON Singapura menjadi merah, bahwa pemerintah akan me-lockdown, bahwa kamu akan mengurangi MRT dan layanan bus. Semua ini sama sekali tidak benar. Kami telah mengeluarkan klarifikasi melalui layanan Whatsapp Pemerintah. Informasi palsu semacam itu sama sekali tidak bertanggung jawab dan hanya berfungsi untuk meningkatkan tingkat kecemasan dan menyebabkan ketakutan dan kepanikan pada masyarakat kami.” 

Covid-19 Outbreak (channelnewsasia.com)

Diupdate pada tanggal 26 Maret 2020, kasus Covid-19 di Singapura mencapai angka 683 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 orang sudah sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga. Sedang masih ada 509 pasien yang menerima perawatan di rumah sakit dan dua pasien yang meninggal. Salah satu usaha pemerintah untuk menekan jumlah kenaikan pasien adalah dengan tidak lagi menerima turis dan penumpang yang transit di Singapura, juga diberlakukannya Stay Home Notice untuk warga Singapura yang baru saja bepergian.

Dengan banyaknya pemberitaan tentang Covid-19, hendaknya #SGB_Family bisa lebih bijak dan pintar memilah mana berita yang bisa dipertanggungjawabkan, mana informasi yang palsu. Mari bekerja sama untuk saling menjaga dengan tetap diam di rumah untuk sementara. Semoga semuanya segera membaik, ya. Siapa yang udah kangen ke Singapura? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Get Latest Updates!
EMAIL
Secure and Spam free...