fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru March 26, 2020

Waspada Tentang Obat Covid-19 Palsu, Jangan Asal Coba!

Bagikan

Wabah Coronavirus semakin merajalela. Pasien yang positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Tak hanya di Singapura, namun juga di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Panik dan rasa khawatir akan terinfeksi wajar dirasakan. Namun pastikan kalau #SGB_Family nggak nekad untuk asal coba obat Covid-19 palsu yang beredar. Baca informasi lengkapnya di bawah ini. 

Ilustasi alkohol (Photo created by rawpixel.com – www.freepik.com)

Sangat bisa dipahami ketika banyak orang di seluruh dunia sangat mengkhawatirkan diri dan keluarga. Bagaimana jika terinfeksi wabah Coronavirus yang kini sudah membunuh lebih dari 20.000 orang di dunia? Dilansir dari www.aa.com.tr, sekitar 194 orang meninggal dunia karena termakan postingan tentang obat Covid-19 palsu yaitu alkohol. Hal tersebut jelas salah dan akhirnya memakan korban jiwa hingga 1000 orang yang telah keracunan. 

Silver Solution (/www.ozarksfirst.com)

Dilansir dari www.politifact.com, Jim Bakker telah dituntut karena menyebarkan berita palsu. Melalui acaranya, ia menjual obat dengan kandungan koloid perak dan mengatakan yang menyiratkan bahwa obat dengan nama Silver Solution ini mampu menyembuhkan Coronavirus.



Meski terbukti bisa membunuh virus, namun belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa obat ini mampu mengobati Covid-19. Malah, kandungan peraknya bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Salah satu efek sampingnya adalah bisa mengubah kulitmu menjadi abu-abu kebiruan dan menyebabkan buruknya penyerapan pada obat dan antibiotik tertentu.

www.theguardian.com

Obat COvid-19 palsu lainya disebut memiliki kandungan klorokuin. Zat ini adalah salah satu dari beberapa obat, termasuk obat flu. Obat yang ini sedang diperiksa di seluruh dunia untuk potensi mengurangi gejala penyakit, bukan sebagai vaksin. Kemanjuran dari obat jenis ini pun belum ditetapkan dengan benar dalam tes klinis.

Klorokuin pertama kali mendapat perhatian oleh peneliti selama wabah SARS pada tahun 2002-2003, sedang Coronavirus dinilai memiliki kesamaan substansial dengan SARS. Yang perlu sangat diperhatikan, obat jenis ini masih dalam penelitian. Pastikan #SGB_Family nggak mengkonsumsinya sebelum ada pernyataan resmi dari ahlinya. 

Jamu dengan jahe ( Photo by Dominik Martin on Unsplash )

Di Indonesia sendiri belakangan banyak beredar iklan jamu dengan tagline ANTI CORONA. Jamu tersebut memiliki kandungan jahe dan kunyit. Dilansir dari tirto.com, menurut beberapa penelitian, jahe memang memiliki khasiat antivirus dan sifat antibakteri. Tim peneliti bahkan menemukan bahwa wedang jahe bisa menangkal virus penyebab infeksi pernapasan (HRSV).



Kunyit juga memiliki zat anti kataral yang dapat membanyak produksi lendir, yang bisa membantu mengeluarkan virus saat menyerang saluran pernapasan. Yang perlu diperhatikan adalah efek-efek tersebut baru bisa didapatkan setelah mengkonsumsi herbal secara rutin dan dalam waktu panjang. Khasiatnya pun hanya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, bukan MEMBUNUH virus, maupun bakteri. 

Saat ini, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menjaga kesehatan diri dengan istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi. Pastikan juga bahwa #SGB_Family menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan selama 20 detik. Semoga semua wabah ini cepat berlalu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial