fbpx

Hiburan Singapura Ditutup, Hingga Denda bagi yang Nekad Traveling

  • March 25, 2020
  • Dibaca 17 kali

Jumlah pasien Covid-19 di Singapura terus meningkat. Sudah beragam penanganan yang dilakukan, meski begitu pemerintah terus melakukan upaya agar penyebaran bisa ditekan. Setelah menutup Singapura untuk traveler dan penumpang yang transit, ada langkah baru lagi yang dipraktekkan dalam waktu dekat, yaitu semua hiburan Singapura ditutup. Baca informasi lengkapnya.

Bioskop Singapura ditutup ( Photo by Krists Luhaers on Unsplash )

Dilansir dari straittimes.com, dinyatakan bahwa bar, bioskop, dan semua hiburan Singapura ditutup mulai hari Kamis, 26 Maret 2020, pukul 11.59 hingga 30 April 2020. Langkah ini diambil karena jumlah kasus Covid-19 di Singapura terus meningkat tajam.

Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong dalam konferensi pers juga menyampaikan, “Di seluruh dunia, jutaan orang hidup dalam realitas yang berbeda. Tempat kerja ditutup, toko-toko kosong, jalan-jalan kosong, semua orang diminta untuk tinggal di rumah. Kami tidak mengalami ini di Singapura. Belum, tetapi kami tidak bisa berpuas diri.”

Hawker Centre Singapore (IG: daemonexmachina )

Nggak cuma bar dan bioskop, pemerintah Singapura juga menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan, museum, dan restoran juga wajib mengurangi kepadatan pengunjung agar tetap bisa buka dan melayani pelanggan.

Semua kelas kuliah dan layanan keagamaan juga akan ditangguhkan. Dari kasus-kasus Covid-19 yang ditemukan di Singapura, jumlah yang cukup besar disebabkan dari orang-orang yang berkumpul di satu acara. Langkah hiburan Singapura ditutup ini jelas diharapkan bisa menghambat penyebaran virus.

Dollar Singapore (IG: threetip_pangpong )

Selain hiburan Singapura ditutup, Sejak beberapa waktu yang lalu sudah tak boleh ada traveler dan penumpang transit. Mereka yang diperbolehkan melintasi imigrasi adalah penduduk Singapura dan pemegang izin tinggal jangka panjang. Terbaru, semua penduduk Singapura yang baru kembali dari Inggris dan Amerika Serikat harus menginap di hotel untuk menjalani Stay Home Notice selama 14 hari.

Nggak main-main, bagi siapapun yang melanggar aturan Stay Home Notice ini akan kena denda $10.000 atau penjara kurang dari enam bulan, atau bisa jadi harus menjalani keduanya.

Jangan nekad traveling ( Photo by Erik Odiin on Unsplash )

Punya rencana liburan? Lupakan sejenak. Jika sebelumnya hanya berupa himbauan agar warga Singapura menunda liburan, tampaknya hal ini menjadi peraturan tegas. Mulai 27 Maret 2020, warga Singapura dan pemegang paspor jangka panjang yang nekad traveling meninggalkan Negeri Singa akan mendapat akibatnya.

Jika ternyata mereka terinfeksi Covid-19, maka akan dikenakan tarif untuk mendapat perawatan. Jangan salah, mereka juga nggak bakalan bisa mengklaim biayanya di asuransi, seperti MediShield Life atau Integrated Shield Plan untuk perawatan di rumah sakit umum dan swasta. Wah, nggak main-main, ya.

Langkah apapun akan ditempuh pemerintah agar penyebaran bisa ditekan. Sebagai warga negara, kita semua hanya perlu patuh. #SGB_Family pasti mau wabah ini cepat berlalu dan semua hiburan Singapura ditutip ini dibuka kembali, kan? Siapa nih yang udah kangen banget dengan Singapura? Yuk, diam di rumah dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×