fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru March 17, 2020

Malaysia Lockdown Karena Covid-19, Ini yang Dilakukan Singapura

Bagikan

Serangan Coronavirus sama sekali nggak bisa dianggap remeh. Penyebaran virus yang mendapat nama baru, Covid-19 ini terbilang cepat. Beberapa waktu lalu, Italia memutuskan untuk menutup negaranya dengan tujuan bisa menghambat pertumbuhan jumlah pasien. Langkah yang sama diikuti oleh negara lain. Akhirnya, Malaysia lockdown juga. Apa yang terjadi pada negara-negara tetangga, termasuk Singapura karena langkah ini? Baca ulasannya di bawah ini, ya. 

Menara Petronas (IG: @nazahery )

Pada hari Senin, 16 Maret 2020, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengumumkan Malaysia lockdown mulai Rabu (18 Maret 2020). Artinya, melarang warganya meninggalkan perbatasan. Pemerintah mengeluarkan Perintah Kontrol Pergerakan yang menyerukan larangan acara publik, keagamaan, perjalanan, wisata, penutupan sekolah dan lembaga pendidikan, hingga penutupan sebagian bisnis kecuali sektor penting atau vital. 



Dilansir dari channelnewsasia.com, pemerintah juga menyatakan bahwa mereka yang kembali dari luar negeri harus melalui pemeriksaan kesehatan dan mengkarantina diri sendiri selama 14 hari. Malaysia lockdown akan diberlakukan hingga 31 Maret 2020. Pengunjung asing juga bakal dilarang masuk selama periode ini. Perdana Menteri juga nggak lupa meyakinkan bahwa kebutuhan makanan dan kesehatan, seperti masker pelindung ada di dalam jumlah yang cukup.

Masih dilansir dari channelnewsasia.com, Menteri Tenaga Kerja Singapura, Josephine Theo menyampaikan bahwa perusahaan yang terkena dampak Malaysia lockdown di tengah wabah Covid-19 ini akan menerima tunjangan sebesar S$ 50 per pekerja selama 14 malam untuk menutup biaya tambahan yang dikeluarkan. 

Nggak hanya itu, Teo juga menyatakan bahwa pekerja yang terkena dampak harus lebih dulu mencoba tinggal bersama teman, keluarga, kolega yang dapat menampung, dan jika tidak hotel atau asrama. “Saya yakin akhirnya setiap pekerja yang terkena dampak dan harus tinggal di Singapura akan dapat menemukan akomodasi yang sesuai.” jelas Teo. 

Coronavirus Outbreak (channelnewsasia.com)

Singapura pun tak henti-hentinya melakukan upaya untuk mencegah virus Covid-19 menyebar lebih luas. Langkah terbaru, pemerintah memberlakukan aturan Stay Home Notice bagi warga dan turis yang masuk dari negara ASEAN, juga Jepang, Swiss, dan Inggris. Khusus dari Negara ASEAN, akan diminta surat keterangan sehat yang harus sudah mendapat verifikasi oleh pihak Imigrasi Singapura sebelum tanggal keberangkatan. 

Langkah ini diambil pemerintah karena belakangan banyak kasus baru yang ternyata berasal dari luar Singapura. Pada tanggal 16 Maret 2020, ada 17 kasus Covid-19 terbaru di Singapura. Jumlah ini merupakan terbanyak sepanjang Negeri Singa memerangi kasus ini. Hingga berita ini ditulis, sudah ada 109 pasien yang berhasil disembuhkan dan tersisa 134 yang masih dalam perawatan. 

Scoot Airlines (IG: to.ey_n )

Beberapa waktu lalu, Singapore Airlines mengambil langkah yang membuat para traveler senang. Tidak ada lagi biaya yang dikenakan jika #SGB_Family melakukan pengembalian tiket yang dilakukan pada atau sebelum 15 Maret untuk perjalanan hingga 31 Mei 2020. 

Langkah serupa diikuti oleh Maskapai Scoot. Pada Senin, 16 Maret 2020, Scoot mengumumkan akan menawarkan pengembalian tiket secara penuh. Tiket yang akan mendapat refund penuh jika dipesan pada atau sebelum 15 Maret untuk terbang hingga 31 Maret 2020. Hal tersebut akan berlaku hingga 12 bulan. Selama waktu tersebut, penumpang harus menjadwal ulang rencana terbang mereka. 

Itulah beberapa update tentang Covid-19 di Singapura dan sekitarnya. Semoga wabah ini cepat reda sehingga #SGB_Family bisa kembali traveling dengan aman dan nyaman. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial