Get Your FREE Digital Magazine Now!
EMAIL
Secure and Spam free...

February 7, 2020

Update Mengenai Wuhan Coronavirus di Singapura, Apakah Tetap Aman?

Teror virus yang sedang menghantui dunia ini memang membuat resah. Beberapa negara memberlakukan larangan masuk, juga pengecekan yang sangat ketat. #SGB_Family ada rencana berkunjung ke Negeri Singa? Baca update wuhan coronavirus di Singapura ini sebelum datang. Apakah tetap aman dikunjungi? Ini jawabannya.

Update Coronavirus di Singapura (Channelnewasia.com)

Kalau sebelumnya banyak pasien Corona terjangkit karena sempat berkunjung ke China, maka kasus baru ini berbeda. Warga berusia 41-an dikonfirmasi menjadi korban ke 30 Coronavirus di Singapura. Anehnya, korban ini nggak memiliki sejarah perjalanan ke Cina, tapi menghadiri sebuah rapat di Grand Hyatt. Diduga, korban berinteraksi dengan kasus-kasus sebelumnya, atau turis dari Cina saat berada di hotel Singapura tersebut.



Ada juga seorang warga Singapura 27 tahun yang telah dikonfirmasi terkena Coronavirus di Singapura, namun nggak memiliki sejarah traveling ke Cina. Saat ini, pasien ini sedang diteliiti di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular karena juga menghadiri meeting di Grand Hyatt Singapura pada tanggal 20-22 Januari lalu. Rapat tersebut rupanya juga dihadiri oleh peserta dari Cina. 

Changi Airport (IG: kamarul.af )

Beberapa negara di Asia Pasifik mengeluarkan larangan masuk bagi wisatawan yang memiliki sejarah perjalanan ke Cina selama 14 terakhir. Langkah ini pertama dilakukan oleh Amerika Serikat dan Kanada. Singapura juga mengikuti langkah yang sama. 

Bukan rahasia, Singapura adalah destinasi yang difavoritkan banyak orang. Jumlah wisatawan Cina adalah yang terbanyak, diikuti oleh Indonesia pada urutan ke dua. Untuk mengurangi persebaran dari Coronavirus di Singapura, pemerintah mengeluarkan larangan masuk bagi siapapun yang memiliki sejarah ke Cina dalam waktu dekat. Larangan ini juga berlaku untuk penumpang transit. 



Pembagian masker gratis (mothership.sg)

Selain larangan masuk bagi turis Cina dan bersejarah, pemerintah juga melakukan beberapa aksi untuk mencegah penyebaran coronavirus di Singapura. Di antaranya adalah pembagian sebanyak 5.2 juta masker gratis untuk warga Singapura. Masker dibutuhkan untuk mereka yang tidak enak badan dan harus tetap beraktivitas di luar. Kalau #SGB_Family sehat, maka masker tidak dibutuhkan.

Hand Sanitizer di Stasiun MRT

Aksi lain juga terlihat di stasiun-stasiun MRT di Singapura. Seorang petugas MRT akan membersihkan pegangan dengan alkohol agar tidak memudahkan bakteri dan virus untuk menyebar. Hand Sanitizer pun terlihat di berbagai sudut. Pastikan #SGB_Family menggunakannya sebelum men-tap kartu, ya. 

Petugas stasiun yang membersihkan pegangan dengan alkohol

Pemerintah Singapura melakukan segala hal agar penyebaran coronavirus di Singapura tidak semakin merajalela. Menjaga diri agar tetap sehat adalah modal utama. Gunakan masker bagi #SGB_Family yang sedang tidak sehat. Jika masih ragu, jadwal ulang saja liburanmu. Semoga musibah ini cepat berlalu, ya.

Melisa Findiana
About Melisa Findiana

Update Mengenai Wuhan Coronavirus di Singapura, Apakah Tetap Aman?

February 7, 2020

Teror virus yang sedang menghantui dunia ini memang membuat resah. Beberapa negara memberlakukan larangan masuk, juga pengecekan yang sangat ketat. #SGB_Family ada rencana berkunjung ke Negeri Singa? Baca update wuhan coronavirus di Singapura ini sebelum datang. Apakah tetap aman dikunjungi? Ini jawabannya.

Update Coronavirus di Singapura (Channelnewasia.com)

Kalau sebelumnya banyak pasien Corona terjangkit karena sempat berkunjung ke China, maka kasus baru ini berbeda. Warga berusia 41-an dikonfirmasi menjadi korban ke 30 Coronavirus di Singapura. Anehnya, korban ini nggak memiliki sejarah perjalanan ke Cina, tapi menghadiri sebuah rapat di Grand Hyatt. Diduga, korban berinteraksi dengan kasus-kasus sebelumnya, atau turis dari Cina saat berada di hotel Singapura tersebut.



Ada juga seorang warga Singapura 27 tahun yang telah dikonfirmasi terkena Coronavirus di Singapura, namun nggak memiliki sejarah traveling ke Cina. Saat ini, pasien ini sedang diteliiti di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular karena juga menghadiri meeting di Grand Hyatt Singapura pada tanggal 20-22 Januari lalu. Rapat tersebut rupanya juga dihadiri oleh peserta dari Cina. 

Changi Airport (IG: kamarul.af )

Beberapa negara di Asia Pasifik mengeluarkan larangan masuk bagi wisatawan yang memiliki sejarah perjalanan ke Cina selama 14 terakhir. Langkah ini pertama dilakukan oleh Amerika Serikat dan Kanada. Singapura juga mengikuti langkah yang sama. 

Bukan rahasia, Singapura adalah destinasi yang difavoritkan banyak orang. Jumlah wisatawan Cina adalah yang terbanyak, diikuti oleh Indonesia pada urutan ke dua. Untuk mengurangi persebaran dari Coronavirus di Singapura, pemerintah mengeluarkan larangan masuk bagi siapapun yang memiliki sejarah ke Cina dalam waktu dekat. Larangan ini juga berlaku untuk penumpang transit. 



Pembagian masker gratis (mothership.sg)

Selain larangan masuk bagi turis Cina dan bersejarah, pemerintah juga melakukan beberapa aksi untuk mencegah penyebaran coronavirus di Singapura. Di antaranya adalah pembagian sebanyak 5.2 juta masker gratis untuk warga Singapura. Masker dibutuhkan untuk mereka yang tidak enak badan dan harus tetap beraktivitas di luar. Kalau #SGB_Family sehat, maka masker tidak dibutuhkan.

Hand Sanitizer di Stasiun MRT

Aksi lain juga terlihat di stasiun-stasiun MRT di Singapura. Seorang petugas MRT akan membersihkan pegangan dengan alkohol agar tidak memudahkan bakteri dan virus untuk menyebar. Hand Sanitizer pun terlihat di berbagai sudut. Pastikan #SGB_Family menggunakannya sebelum men-tap kartu, ya. 

Petugas stasiun yang membersihkan pegangan dengan alkohol

Pemerintah Singapura melakukan segala hal agar penyebaran coronavirus di Singapura tidak semakin merajalela. Menjaga diri agar tetap sehat adalah modal utama. Gunakan masker bagi #SGB_Family yang sedang tidak sehat. Jika masih ragu, jadwal ulang saja liburanmu. Semoga musibah ini cepat berlalu, ya.

Melisa Findiana
About Melisa Findiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Latest Videos

Latest Videos

Get Your FREE Digital Magazine Now!
EMAIL
Secure and Spam free...