Subscribe to Read Our FREE #SGB Digital Magz!
EMAIL
Secure and Spam free...

December 2, 2019

Turis Nggak Bisa Sewa Apartemen di Singapura, Ini Alasannya!

Singapura memang salah satu destinasi favorit bagi wisatawan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebagai negara maju, ada banyak hal yang ditawarkan Negeri Singa. Mau belanja? Di sini surganya! Singapura juga memiliki sederetan wisata yang anti bosan. Pasti makin efisien jika bisa menginap di apartemen ketimbang hotel. Sayangnya, wisatawan atau turis nggak bisa sewa apartemen di Singapura. Kenapa, ya? Yuk baca informasi dari #SGB_Team.

Syarat Penyewa

Ilustrasi Employment Pass (www.paulhypepage.com)

#SGB_Family pasti sudah sering mendengar bahwa Singapura memiliki banyak aturan ketat. Salah satunya adalah tentang penyewaan apartemen. Berikut akan #SGB_Team jabarkan syarat-syarat untuk menjadi penyewa, di antaranya adalah:

  1. Warga negara Singapura
  2. Penduduk permanen Singapura
  3. Pendatang yang secara hukum tinggal di Singapura dan memiliki Employment Pass, S Pass, Work Permit, Student Pass, Dependent Pass or Long Term Social Visit Pass (dan semua izin harus berlaku paling tidak 6 bulan dari tanggal terdaftar)

Nah, berdasarkan persyaratan di atas, sudah jelas wisatawan atau turis tidak termasuk.

Minimal Waktu Sewa

Apartemen (www.oakwoodasia.com)

Peraturan lain dalam sewa apartemen di Singapura adalah lama sewanya. Menyewa sebuah properti di Singapura paling tidak adalah 6 bulan untuk House Depatment Board Flats) atau 3 bulan untuk rumah pribadi. 

Peraturan ini juga berlaku bagi pemilik bangunan. Ada aturan jelas yang menyatakan bahwa pemilik bangunan dilarang menyewakan kamar di dalamnya kurang dari 6 bulan. Jika hal ini dilanggar, pemerintah akan memberikan denda. Lebih buruk lagi, pemerintah bisa membeli apartemen mereka, lho. 

Airbnb Dilarang?

Airbnb dilarang di Singapura (www.vox.com)

Jika #SGB_Family suka traveling, pasti sering mendengar tentang aplikasi satu ini. Berkaitan dengan peraturan sebelumnya, tentang batas minimal sewa adalah 3 bulan. Makanya properti yang terdafar di aplikasi seperti Airbnb tersebut juga temasuk. Calon tamu yang masih nekad, harus menanggung sendiri akibatnya.

Alternatif Tempat Menginap Murah

Hostel di Singapura (agoda.com)

Tenang saja, meski menginap di properti pribadi dalam jangka waktu pendek dilarang, bukan berarti #SGB_Family akan kesulitan mencari tempat menginap. Sebagai salah satu destinasi wisata paling digemari oleh wisatawan seluruh dunia, Singapura menyediakan beragam pilihan hotel. Bisa pilih fasilitas atau harga sesuai dengan kemampuan. 

Kalau #SGB_Family berencana liburan dengan hemat, bisa memilih hostel atau dormitory. Tempat menginap model satu ini, selain murah biasanya juga terletak di lokasi yang sangat strategis. #SGB_Family juga bisa memilih hotel pinggir kota, namun memiliki kamar yang sangat luas. Bisa ajak teman-teman untuk patungan, deh. 

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa turis nggak bisa menyewa apartemen di Singapura. Meski banyak peraturan, namun itulah yang menjadikan Negeri Singa jadi destinasi yang selalu #SGB_Family kangenin. Benar, kan?

Melisa Findiana
About Melisa Findiana

Turis Nggak Bisa Sewa Apartemen di Singapura, Ini Alasannya!

December 2, 2019

Singapura memang salah satu destinasi favorit bagi wisatawan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebagai negara maju, ada banyak hal yang ditawarkan Negeri Singa. Mau belanja? Di sini surganya! Singapura juga memiliki sederetan wisata yang anti bosan. Pasti makin efisien jika bisa menginap di apartemen ketimbang hotel. Sayangnya, wisatawan atau turis nggak bisa sewa apartemen di Singapura. Kenapa, ya? Yuk baca informasi dari #SGB_Team.

Syarat Penyewa

Ilustrasi Employment Pass (www.paulhypepage.com)

#SGB_Family pasti sudah sering mendengar bahwa Singapura memiliki banyak aturan ketat. Salah satunya adalah tentang penyewaan apartemen. Berikut akan #SGB_Team jabarkan syarat-syarat untuk menjadi penyewa, di antaranya adalah:

  1. Warga negara Singapura
  2. Penduduk permanen Singapura
  3. Pendatang yang secara hukum tinggal di Singapura dan memiliki Employment Pass, S Pass, Work Permit, Student Pass, Dependent Pass or Long Term Social Visit Pass (dan semua izin harus berlaku paling tidak 6 bulan dari tanggal terdaftar)

Nah, berdasarkan persyaratan di atas, sudah jelas wisatawan atau turis tidak termasuk.

Minimal Waktu Sewa

Apartemen (www.oakwoodasia.com)

Peraturan lain dalam sewa apartemen di Singapura adalah lama sewanya. Menyewa sebuah properti di Singapura paling tidak adalah 6 bulan untuk House Depatment Board Flats) atau 3 bulan untuk rumah pribadi. 

Peraturan ini juga berlaku bagi pemilik bangunan. Ada aturan jelas yang menyatakan bahwa pemilik bangunan dilarang menyewakan kamar di dalamnya kurang dari 6 bulan. Jika hal ini dilanggar, pemerintah akan memberikan denda. Lebih buruk lagi, pemerintah bisa membeli apartemen mereka, lho. 

Airbnb Dilarang?

Airbnb dilarang di Singapura (www.vox.com)

Jika #SGB_Family suka traveling, pasti sering mendengar tentang aplikasi satu ini. Berkaitan dengan peraturan sebelumnya, tentang batas minimal sewa adalah 3 bulan. Makanya properti yang terdafar di aplikasi seperti Airbnb tersebut juga temasuk. Calon tamu yang masih nekad, harus menanggung sendiri akibatnya.

Alternatif Tempat Menginap Murah

Hostel di Singapura (agoda.com)

Tenang saja, meski menginap di properti pribadi dalam jangka waktu pendek dilarang, bukan berarti #SGB_Family akan kesulitan mencari tempat menginap. Sebagai salah satu destinasi wisata paling digemari oleh wisatawan seluruh dunia, Singapura menyediakan beragam pilihan hotel. Bisa pilih fasilitas atau harga sesuai dengan kemampuan. 

Kalau #SGB_Family berencana liburan dengan hemat, bisa memilih hostel atau dormitory. Tempat menginap model satu ini, selain murah biasanya juga terletak di lokasi yang sangat strategis. #SGB_Family juga bisa memilih hotel pinggir kota, namun memiliki kamar yang sangat luas. Bisa ajak teman-teman untuk patungan, deh. 

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa turis nggak bisa menyewa apartemen di Singapura. Meski banyak peraturan, namun itulah yang menjadikan Negeri Singa jadi destinasi yang selalu #SGB_Family kangenin. Benar, kan?

Melisa Findiana
About Melisa Findiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

Subscribe to Read Our FREE #SGB Digital Magz!
EMAIL
Secure and Spam free...