Get #SGB Digital Magz Updates to Your Inbox!
EMAIL
Secure and Spam free...

Singapore River Tempo Dulu

November 19, 2019

Sejarah sungai Singapura tempo dulu ternyata belum seindah kini...

Singapore River alias sungai terkenal di Singapura yang satu ini mungkin sudah nggak asing lagi bagi SGB_Family yang hobi travelling ke Singapura. Tapi, nggak semua SGB_Family yang tahu sejarah di baliknya. Kali ini, SGB_Team pengen ngajak SGB_Family untuk mengulik lebih dalam seputar sungai Singapura, sekaligus belajar sejarah!

[BACA JUGA: Teahouse paling cozy di Singapura]

Singapore River yang terkenal bersih dan jernih airnya, dulu belum kayak sekarang lho! Dimulai pada tahun 1819, dimana saat itu perdagangan di Singapura melaju pesat, kapal-kapal hilir mudik di sekitar sungai Singapura.

Urbanisasi yang cepat dan jalur perdagangan yang makin luas kemudian mengakibatkan pembuangan limbah yang nggak terkordinasi dengan baik. Mulai dari limbah organik hingga limbah industri mengalir secara drastis menuju pembuangan akhir, yakni Singapore River.

Dari begitu banyak dan beragamnya limbah yang mencemari sungai pastinya kebayang dong gimana kotornya kondisi sungai Singapura masa itu! Pastinya nggak instagramable dan ramah lingkungan, baik untuk wisatawan maupun penduduk setempat.

[BACA JUGA: Resto Indonesia Paling Enak di Singapura]

Pada tahun 1977, akhirnya pemerintah Singapura yang diwakili oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew pada saat itu memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran di area Singapore River.

Pada saat itu Singapore River terdiri dari dua bagian, yaitu Sungai Singapura dan Sungai Kallang. Dimulai dari pemindahan atau relokasi pedagang kaki lima, penghuni liar yang diperkirakan berjumlah 4000 jiwa, sampai dengan pengerukan lumpur hasil limbah di dasar sungai Anggaran untuk perombakan sekaligus pembersihan Singapore River pada saat itu menghabiskan dana berkisar 300 juta dollar lho!

Gimana nih SGB_Family setelah tau sejarah di balik sungai Singapura yang terkenal itu, makin semangat buat berkunjung kan?

Citra Aria
About Citra Aria

November 19, 2019

Sejarah sungai Singapura tempo dulu ternyata belum seindah kini...

Singapore River alias sungai terkenal di Singapura yang satu ini mungkin sudah nggak asing lagi bagi SGB_Family yang hobi travelling ke Singapura. Tapi, nggak semua SGB_Family yang tahu sejarah di baliknya. Kali ini, SGB_Team pengen ngajak SGB_Family untuk mengulik lebih dalam seputar sungai Singapura, sekaligus belajar sejarah!

[BACA JUGA: Teahouse paling cozy di Singapura]

Singapore River yang terkenal bersih dan jernih airnya, dulu belum kayak sekarang lho! Dimulai pada tahun 1819, dimana saat itu perdagangan di Singapura melaju pesat, kapal-kapal hilir mudik di sekitar sungai Singapura.

Urbanisasi yang cepat dan jalur perdagangan yang makin luas kemudian mengakibatkan pembuangan limbah yang nggak terkordinasi dengan baik. Mulai dari limbah organik hingga limbah industri mengalir secara drastis menuju pembuangan akhir, yakni Singapore River.

Dari begitu banyak dan beragamnya limbah yang mencemari sungai pastinya kebayang dong gimana kotornya kondisi sungai Singapura masa itu! Pastinya nggak instagramable dan ramah lingkungan, baik untuk wisatawan maupun penduduk setempat.

[BACA JUGA: Resto Indonesia Paling Enak di Singapura]

Pada tahun 1977, akhirnya pemerintah Singapura yang diwakili oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew pada saat itu memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran di area Singapore River.

Pada saat itu Singapore River terdiri dari dua bagian, yaitu Sungai Singapura dan Sungai Kallang. Dimulai dari pemindahan atau relokasi pedagang kaki lima, penghuni liar yang diperkirakan berjumlah 4000 jiwa, sampai dengan pengerukan lumpur hasil limbah di dasar sungai Anggaran untuk perombakan sekaligus pembersihan Singapore River pada saat itu menghabiskan dana berkisar 300 juta dollar lho!

Gimana nih SGB_Family setelah tau sejarah di balik sungai Singapura yang terkenal itu, makin semangat buat berkunjung kan?

Citra Aria
About Citra Aria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

Get #SGB Digital Magz Updates to Your Inbox!
EMAIL
Secure and Spam free...