Get #SGB Updates to Your Inbox!
EMAIL
Secure and Spam free...

Maha Penting: Wajib Baca Sebelum Piercing

October 21, 2019

Karena satu dan lain alasan, kamu akhirnya memutuskan untuk piercing—menindik hidung atau lidahmu. Berbeda dengan tindakan kecantikan lain (seperti mewarnai rambut dengan warna baru atau memotong poni), keputusan piercing seharusnya dipikirkan masak-masak. Dr Lynne Lim, seorang ahli THT, menuliskannya untukmu.

Alasan Kamu Harus Tahu tentang Piercing

Pada generasi muda dan bahkan kalangan profesional, kebiasaan menindik alis, hidung, lidah, bibir dan pusar semakin marak. Pilihan menindik daerah-daerah yang tidak biasa sering kali dilakukan atas dasar karena ingin mengekspresikan diri, atau memberikan kesan ‘edgy’. Akan tetapi, komplikasi bisa terjadi akibat tindikan.

piercing

Berbeda dengan Amerika, di mana di beberapa negara bagian para praktisi atau pusat jasa penindikan badan harus memiliki ijin resmi, di Singapura tidak ada regulasi formal tentang hal ini. Tidak ada juga peraturan tentang minimal usia orang yang ingin menindik.

Oleh karenanya, sangat penting untuk berhati-hati baik sebelum dan sesudah melakukan prosedur piercing

[BACA JUGA: Cara Mengenali Benjolan Kanker Payudara]

Kamu Harus Tahu: Risiko yang Bisa Terjadi

piercing

Ini adalah informasi tentang risiko-risiko apa saja yang bisa terjadi akibat menindik tubuh. 

  • Rasa Sakit: Mungkin butuh dilakukan anastetik lokal.
  • Reaksi Alergi: Umumnya terjadi pada perhiasan yang terbuat dari nikel.
  • Masalah Kulit: Kemerahan, rasa nyeri, bengkak atau bernanah akibat infeksi. Luka bersifat lama dan pertumbuhan scar tissue yang terlalu cepat (keloid) bisa terjadi setelah 10 tahun dan kulit menjadi lebih gelap. 
  • Penyakit Menular: Seperti Hepatitis B/C, Tetanus dan HIV
  • Infeksi Tulang Rawan: Proses penindikan di bagian lain telinga selain daun telinga dan hidung dilakukan melalui tulang rawan yang memiliki persediaan darah yang lebih sedikit. Infeksi dan tulang rawan sekarat pun bisa terjadi, yang menyebabkan cacat permanen. 
  • Trauma: Risiko pendarahan lebih tinggi terjadi saat menindik lidah. Perhiasaan lidah bisa merusak gigi dan melukai gusi. Selain itu, infeksi lidah bisa menyebabkan kesulitan makan dan bahkan menyumbat pernafasan. Perhiasan pun bisa mendadak lepas dan merobek jaringan tubuh. 
  • Luka Saraf dan Otot: Terutama pada alis dan lidah.

Kamu Harus Tahu: Sebelum Piercing

piercing

Memang sih, kedengarannya seru masuk ke salon dan keluar dengan anting-anting di alis. Akan tetapi, piercing adalah komitmen serius yang harus dipikirkan matang-matang sebelum melakukannya. Coba ikuti petunjuk ini: 

  • Pikirkan baik-baik apakah kamu memang ingin atau butuh ditindik. Jangan lakukan karena merasa tertekan atau pada saat kamu tidak bisa berpikir secara jernih, misalnya saat minum alkohol atau obat-obatan. 
  • Di Singapura, sepanjang tahun panas dan lengket sehingga mudah terkena infeksi, jadi tidak ada istilah “waktu terbaik” untuk melakukannya. 
  • Perhiasan yang dimasukkan harus “hypoallergenic surgical stainless steel, titanium atau 14/18 karat emas. 
  • Jika ingin menindik, lakukan di tempat yang profesional dengan reputasi dan sanitasi yang bagus. Terutama jika tempat yang ditindik bukanlah daun telinga yang memang tidak memiliki tulang rawan atau otot atau saraf. 
  • Pastikan jasa penindikan tersebut memiliki aturan yang ketat tentang sterilisasi. Pistol tindik terkadang bisa sulit disterilkan dengan seksama karena memiliki komponen yang bisa digunakan lagi. Peralatan terbaik adalah yang telah melalui autoclavingsterilisation. Proses ini akan mengangkat kontaminasi pada permukaan instrumen.
  • Jarum-jarum yang digunakan pun harus yang sekali pakai dan steril. Selain itu, sarung tangan harus digunakan dan pembersihan kulit harus dilakukan dengan menyeluruh.

[BACA JUGA: Cara Mengatasi Kaki Bengkak dan Pinggang Nyeri Saat Hamil]

Kamu Harus Tahu: Sesudah Piercing

piercing

Meski terkesan kasual dan biasa banget, setiap tindikan itu pada dasarnya adalah luka. Dan sama seperti bentuk trauma lain, perawatan setelahnya sangatlah penting. 

  • Kapan pun, jika terjadi pembengkakan berkepanjangan, nanah atau rasa sakit, hubungi dokter. Jika ada pembengkakan serius di mulut atau menghalangi nafas, cari pertolongan secepatnya. 
  • Hindari keringat berlebihan di bagian tindikan dan hindari berenang karena kolam renang bisa saja kotor. 
  • Lokasi piercing harus dibersihkan dua kali sehari dengan cairan antibakteri lembut atau oleskan pada kulit, dan gunakan mouthwash jika tindikan di lidah. 
  • Hindari menggunakan hair spray atau makeup pada daerah yang terluka
  • Proses penyembuhan biasanya membutuhkan waktu 6 minggu, dan bahkan lebih lama untuk tindikan yang melalui tulang rawan. 
  • Hati-hati agar perhiasaan tersebut tidak tersangkut saat mengganti pakaian.

[BACA JUGA: Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasinya]

Tentang Dr Lynne Lim 

Dr Lynne Lim adalah seorang Adjunct Associate Professor dan Konsultan Senior ENT di Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre. Dia Memperoleh gelar MBBS dari NUS Singapore, FRCS ENT dari Edinburgh, MPH dari Harvard dan pernah bekerja di Cincinnati Children Hospital Medical Centre USA, Stanford MC, University of Virginia MC, dan Nagata Plastic & Ear Reconstruction Clinic.

Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre menangani anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kondisi seperti rhinosinusitis, rhinitis alergi, mendengkur, masalah pada tenggorokan dan leher

Konsultasi dengan Dr Lynne di Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre

Alamat: #17-07 Mount Elizabeth Medical Centre (Orchard), 3 Mount Elizabeth, Singapore 228510 | Telp: (+65) 6737 7787 | SMS Appointment: (+65) 9138 6522 | MRT terdekat: Orchard MRT (5 menit jalan kaki dari Exit A)

Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini

*Ini adalah konten kerjasama dengan Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre

Ingin mendapatkan tips dan informasi menarik tentang kesehatan dan kecantikan lainnya? Baca majalah digital SGB! Kamu hanya perlu klik banner di bawah ini.


Tania
About Tania test

October 21, 2019

Karena satu dan lain alasan, kamu akhirnya memutuskan untuk piercing—menindik hidung atau lidahmu. Berbeda dengan tindakan kecantikan lain (seperti mewarnai rambut dengan warna baru atau memotong poni), keputusan piercing seharusnya dipikirkan masak-masak. Dr Lynne Lim, seorang ahli THT, menuliskannya untukmu.

Alasan Kamu Harus Tahu tentang Piercing

Pada generasi muda dan bahkan kalangan profesional, kebiasaan menindik alis, hidung, lidah, bibir dan pusar semakin marak. Pilihan menindik daerah-daerah yang tidak biasa sering kali dilakukan atas dasar karena ingin mengekspresikan diri, atau memberikan kesan ‘edgy’. Akan tetapi, komplikasi bisa terjadi akibat tindikan.

piercing

Berbeda dengan Amerika, di mana di beberapa negara bagian para praktisi atau pusat jasa penindikan badan harus memiliki ijin resmi, di Singapura tidak ada regulasi formal tentang hal ini. Tidak ada juga peraturan tentang minimal usia orang yang ingin menindik.

Oleh karenanya, sangat penting untuk berhati-hati baik sebelum dan sesudah melakukan prosedur piercing

[BACA JUGA: Cara Mengenali Benjolan Kanker Payudara]

Kamu Harus Tahu: Risiko yang Bisa Terjadi

piercing

Ini adalah informasi tentang risiko-risiko apa saja yang bisa terjadi akibat menindik tubuh. 

  • Rasa Sakit: Mungkin butuh dilakukan anastetik lokal.
  • Reaksi Alergi: Umumnya terjadi pada perhiasan yang terbuat dari nikel.
  • Masalah Kulit: Kemerahan, rasa nyeri, bengkak atau bernanah akibat infeksi. Luka bersifat lama dan pertumbuhan scar tissue yang terlalu cepat (keloid) bisa terjadi setelah 10 tahun dan kulit menjadi lebih gelap. 
  • Penyakit Menular: Seperti Hepatitis B/C, Tetanus dan HIV
  • Infeksi Tulang Rawan: Proses penindikan di bagian lain telinga selain daun telinga dan hidung dilakukan melalui tulang rawan yang memiliki persediaan darah yang lebih sedikit. Infeksi dan tulang rawan sekarat pun bisa terjadi, yang menyebabkan cacat permanen. 
  • Trauma: Risiko pendarahan lebih tinggi terjadi saat menindik lidah. Perhiasaan lidah bisa merusak gigi dan melukai gusi. Selain itu, infeksi lidah bisa menyebabkan kesulitan makan dan bahkan menyumbat pernafasan. Perhiasan pun bisa mendadak lepas dan merobek jaringan tubuh. 
  • Luka Saraf dan Otot: Terutama pada alis dan lidah.

Kamu Harus Tahu: Sebelum Piercing

piercing

Memang sih, kedengarannya seru masuk ke salon dan keluar dengan anting-anting di alis. Akan tetapi, piercing adalah komitmen serius yang harus dipikirkan matang-matang sebelum melakukannya. Coba ikuti petunjuk ini: 

  • Pikirkan baik-baik apakah kamu memang ingin atau butuh ditindik. Jangan lakukan karena merasa tertekan atau pada saat kamu tidak bisa berpikir secara jernih, misalnya saat minum alkohol atau obat-obatan. 
  • Di Singapura, sepanjang tahun panas dan lengket sehingga mudah terkena infeksi, jadi tidak ada istilah “waktu terbaik” untuk melakukannya. 
  • Perhiasan yang dimasukkan harus “hypoallergenic surgical stainless steel, titanium atau 14/18 karat emas. 
  • Jika ingin menindik, lakukan di tempat yang profesional dengan reputasi dan sanitasi yang bagus. Terutama jika tempat yang ditindik bukanlah daun telinga yang memang tidak memiliki tulang rawan atau otot atau saraf. 
  • Pastikan jasa penindikan tersebut memiliki aturan yang ketat tentang sterilisasi. Pistol tindik terkadang bisa sulit disterilkan dengan seksama karena memiliki komponen yang bisa digunakan lagi. Peralatan terbaik adalah yang telah melalui autoclavingsterilisation. Proses ini akan mengangkat kontaminasi pada permukaan instrumen.
  • Jarum-jarum yang digunakan pun harus yang sekali pakai dan steril. Selain itu, sarung tangan harus digunakan dan pembersihan kulit harus dilakukan dengan menyeluruh.

[BACA JUGA: Cara Mengatasi Kaki Bengkak dan Pinggang Nyeri Saat Hamil]

Kamu Harus Tahu: Sesudah Piercing

piercing

Meski terkesan kasual dan biasa banget, setiap tindikan itu pada dasarnya adalah luka. Dan sama seperti bentuk trauma lain, perawatan setelahnya sangatlah penting. 

  • Kapan pun, jika terjadi pembengkakan berkepanjangan, nanah atau rasa sakit, hubungi dokter. Jika ada pembengkakan serius di mulut atau menghalangi nafas, cari pertolongan secepatnya. 
  • Hindari keringat berlebihan di bagian tindikan dan hindari berenang karena kolam renang bisa saja kotor. 
  • Lokasi piercing harus dibersihkan dua kali sehari dengan cairan antibakteri lembut atau oleskan pada kulit, dan gunakan mouthwash jika tindikan di lidah. 
  • Hindari menggunakan hair spray atau makeup pada daerah yang terluka
  • Proses penyembuhan biasanya membutuhkan waktu 6 minggu, dan bahkan lebih lama untuk tindikan yang melalui tulang rawan. 
  • Hati-hati agar perhiasaan tersebut tidak tersangkut saat mengganti pakaian.

[BACA JUGA: Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasinya]

Tentang Dr Lynne Lim 

Dr Lynne Lim adalah seorang Adjunct Associate Professor dan Konsultan Senior ENT di Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre. Dia Memperoleh gelar MBBS dari NUS Singapore, FRCS ENT dari Edinburgh, MPH dari Harvard dan pernah bekerja di Cincinnati Children Hospital Medical Centre USA, Stanford MC, University of Virginia MC, dan Nagata Plastic & Ear Reconstruction Clinic.

Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre menangani anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kondisi seperti rhinosinusitis, rhinitis alergi, mendengkur, masalah pada tenggorokan dan leher

Konsultasi dengan Dr Lynne di Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre

Alamat: #17-07 Mount Elizabeth Medical Centre (Orchard), 3 Mount Elizabeth, Singapore 228510 | Telp: (+65) 6737 7787 | SMS Appointment: (+65) 9138 6522 | MRT terdekat: Orchard MRT (5 menit jalan kaki dari Exit A)

Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini

*Ini adalah konten kerjasama dengan Dr Lynne Lim Ear Nose Throat & Hearing Centre

Ingin mendapatkan tips dan informasi menarik tentang kesehatan dan kecantikan lainnya? Baca majalah digital SGB! Kamu hanya perlu klik banner di bawah ini.


Tania
About Tania test

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

Get #SGB Updates to Your Inbox!
EMAIL
Secure and Spam free...