Get #SGB Updates to Your Inbox!
EMAIL
Secure and Spam free...

Bagaimana Caranya Tahu Itu “Hanya” Benjolan atau Kanker Payudara?

October 8, 2019

Ini data statistik yang mengejutkan: Menurut sebuah studi, kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang diderita oleh perempuan di Asia, mencangkup 18% dari semua kasus kanker di tahun 2012, dan penyebab kematian utama keempat (9%). Meski tingkat insidensinya lebih tinggi di New Zealand dan Australia, terjadi peningkatan signifikan di negara-negara Asia (terutama Malaysia dan Thailand).

Memang sangat memprihatinkan, tapi statistik ini bisa dipercaya mengingat hampir semua orang kenal seseorang yang menderita kanker payudara (atau mengalaminya sendiri). 
Dan Oktober adalah salah satu bulan favorit kita karena bulan ini khusus didedikasikan untuk kanker payudara.

Dalam rangka memperingati Breast Cancer Awareness Month, SGB_Team bertanya kepada Dr Chia Hui Ling, seorang Konsultan Bedah Plastik dari SW1 Plastic Surgery Clinic dan spesialis bedah estetik dan rekonstruksi payudara serta co-founder Breast Reconstruction Awareness Singapore (BRAS), berbagai penting pertanyaan tentang kanker payudara serta opsi perawatan sebelum dan sesudah didiagnosa. Berikut jawaban Dr Chia.

Singapore Guidebook (SGB): Adakah penyebab spesifik kanker payudara? Seberapa besar pengaruh gaya hidup?

Dr Chia Hui Ling: Kanker terjadi ketika sel-sel mulai bertumbuh secara abnormal. Sel-sel ini membelah lebih cepat dibandingkan sel-sel sehat dan terus terakumulasi, membentuk benjolan atau massa. Sel-sel kanker ini bisa menyebar (metastasise) ke bagian tubuh lain. 

Penyebab utama kanker payudara tidak diketahui, tapi ada beberapa faktor risiko yang dikenal. Beberapa risiko utama berhubungan dengan usia tua, riwayat kanker payudara di keluarga (yang memiliki hubungan darah), para wanita yang memiliki jenis benjolan payudara jinak atau sebelumnya pernah memiliki kanker payudara. Akan tetapi mayoritas perempuan yang dinilai berisiko tinggi ternyata tidak mengalami kanker payudara, sementara mereka yang tidak dideteksi memiliki faktor risiko malah bisa jadi terkena kanker payudara. 

Ada beberapa risiko yang berkaitan dengan gaya hidup yang bisa kita kendalikan, meski hal ini cenderung rendah jika dibandingkan risiko lainnya. Di antaranya adalah saat mengalami kelebihan berat badan, pola makan tinggi lemak, konsumsi alkohol yang semakin tinggi dan kebiasaan merokok. 

Seberapa besar kemungkinan seseorang didiagnosa menderita kanker payudara, terutama jika ibu atau saudara perempuan memilikinya?

Risiko lebih tinggi adalah di Amerika Serikat, yakni 12%. Ini artinya 1 dari 8 perempuan akan menderita kanker payudara dalam hidup mereka. Di Singapura, hasilnya dilaporkan lebih rendah yakni 1 dari 16 perempuan. Tetap saja, terdapat hampir 200 kasus baru diagnosa kanker payudara di Singapura setiap tahunnya.

Kanker payudara biasanya terjadi pada perempuan di usia 40an sampai 80an. Meski cenderung jarang, perempuan di usia 20an dan 30an juga bisa mengalami kanker payudara. Kanker payudara sendiri langka terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Sementara kurang dari 1% kanker payudara terjadi pada laki-laki. 

Jika keluarga yang memiliki hubungan darah seperti ibu atau kakak menderita kanker payudara, risiko kamu lebih tinggi dan sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh. Doktermu juga bisa merekomendasikan tes genetik. 

Bisakah perempuan hamil atau menyusui didiagnosa kanker payudara? Apa yang harus mereka lakukan?

Ini adalah kasus yang tidak biasa, tapi perempuan hamil dan ibu menyusui bisa terkena kanker payudara. Kehamilan tidak menyebabkan kanker tapi perubahan dan lonjakan hormon selama berbadan dua bisa membuat kanker berkembang lebih cepat

Payudara menebal selama kehamilan dan ini bisa menimbulkan kesulitan mendeteksi tumor-tumor kecil. Hal tersebut dapat menyebabkan tumor-tumor kanker payudara membesar dan lebih serius saat akhirnya terdeteksi. Oleh sebab itu, para perempuan disarankan untuk tetap melakukan self-examination selama kehamilan

Tidak ada bukti bahwa kanker payudara bisa membahayakan bayi. Akan tetapi, beberapa tipe pengobatan bisa menimbulkan risiko terhadap janin. Pengobatan kanker payudara pada masa kehamilan lebih rumit, karena beberapa metode perawatan bisa membahayakan janin. Saya menyarankan agar sebaiknya individu yang mengalami hal ini mendiskusikannya dengan detail kepada onkologis dan dokter tentang apa yang harus dilakukan. 

Bagaimana cara mengecek payudara untuk mendeteksi benjolan apa pun? Seberapa sering melakukan ini?

Breast Self-Examination (BSE) harus dilakukan sekali sebulan oleh para perempuan yang berusia di atas 20 tahun. Waktu terbaik melakukan BSE adalah 7 – 10 hari setelah menstruasi dimulai ketika payudara masih lunak. Jika kamu tidak lagi mendapatkan datang bulan, lakukan BSE pada tanggal yang sama setiap bulannya, misalnya hari pertama setiap bulan. Tujuan BSE adalah untuk membuatmu familiar dengan kenormalan jaringan-jaringan payudara sehingga bisa mendeteksi keabnormalan ketika ada perubahan.

Ini adalah video berguna tentang bagaimana melakukan BSE, https://youtu.be/Z41j2BDapg4

Saat melakukan BSE, perhatikan hal berikut ini:

  • Sebuah benjolan yang persisten
  • Perubahan dalam bentuk ukuran atau bentuk pada satu payudara
  • Satu tonjolan atau kerutan pada kulit (seperti kulit jeruk)
  • Sebuah retraksi (penarikan ke dalam) puting
  • Satu pelepasan (jernih atau berdarah) dari puting 

Jika perubahan-perubahan ini dirasakan atau lihat, kamu harus segera berkonsultasi kepada dokter/ahli payudara. Tapi jangan panik. Sebagian besar perubahan pada payudara bukanlah kanker, tapi tetap harus diperiksa oleh dokter. 

Bagaimana kita tahu bahwa benjolan tersebut sesuatu yang serius atau “hanya benjolan biasa”? 

Benjolan apapun yang persistensi harus dicek oleh dokter. Saya menyarankan kamu untuk membiarkan dokter yang menilai jenis benjolan dan mengevaluasi apakah benjolan tersebut serius atau tidak. 

Sepertinya salah satu berita yang paling buruk adalah ketika mendengar dokter berkata, “kamu menderita kanker.” Bagaimana sebaiknya kita bereaksi?

Kanker tidak hanya mempengaruhi fisik. Ini juga bisa berdampak pada kondisi emosional dan hubungan. Emosional yang dirasakan bisa membuat kewalahan dan seseorang dapat merasakan syok, hancur, mati rasa, takut, marah atau bahkan menyangkalnya.

Tidak hanya terhadap diri sendiri, kamu mungkin akan merasa cemas terhadap orang-orang yang kamu sayangi, misalnya pada perempuan dengan keluarga baru. Adalah sesuatu yang normal untuk mengalami lonjakan emosi seperti ini tapi juga penting untuk tidak membiarkan rasa penyangkalan menjadi penghalang untuk mendapatkan pengobatan. Mencari pengobatan sedini mungkin sifatnya imperatif. Dukungan dari keluarga dan teman serta menerima bantuan dari sebuah grup pendukung juga penting. 

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah didiagnosa?

Banyak orang bertanya-tanya mengapa hal tersebut terjadi pada mereka. Penting untuk diingat bahwa tahu penyebabnya tidak akan mengubah kondisi penyakit tersebut. Energi kamu yang sangat berharga itu sebaiknya digunakan untuk membantu dirimu dan keluarga untuk mengatasi penyakit ini.

Cobalah untuk fokus pada kondisi sekarang dan bagaimana cara menghadapi situasi yang akan datang. Jika kamu sulit melakukan hal ini, mungkin akan membantu jika berbicara dengan konselor atau seseorang dari tim medis

Deteksi dini menyelamatkan nyawa. Pasien-pasien kanker payudara yang didiagnosa dini mengalami kondisi yang lebih baik. Di sinilah pemeriksaan payudara dan BSE yang konsisten sangat membantu. Kanker yang dideteksi dan diobati dari fase awal juga berarti bahwa seseorang bisa menghindari metode-metode pengobatan agresif yang cenderung mengurangi kualitas hidup.

Seberapa besar kemungkinan survive dari kanker payudara?

Dalam lima tahun terakhir tingkat bertahan hidup pada pasien stadium 1 yang dideteksi dan diobati cepat adalah 99%, berlawanan dengan mereka yang berada pada stadium akhir yakni 30%, di mana kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain di luar kelenjar getah kuning bening. 

Metode pengobatan berbeda untuk setiap individu. Stadium kanker adalah penentu utama dari tipe pengobatan. Hal-hal lain juga menjadi bahan pertimbangan. Pilihan-pilihan pengobatan antara lain: 

  • Operasi (mastektomi): pembuangan semua jaringan payudara, atau lumpektomi —pembuangan sebuah bagian dari payudara yang memiliki tumor) 
  • Kemoterapi: diberikan obat untuk membunuh sel-sel kanker
  • Radioterapi: energi x-ray tinggi diarahkan ke payudara untuk menghancurkan sel-sel kanker
  • Terapi hormonal: pengobatan yang membuat sel-sel kanker tidak mendapatkan hormon-hormon yang dibutuhkannya untuk berkembang

Apa saja pilihan dan pengobatan setelah berhasil menyintas kanker payudara?

Selain metode perawatan yang disebutkan di atas, rekonstruksi payudara dan operasi onkoplastik adalah cara-cara yang mengembalikan kondisinya. Opsi yang sekarang tersedia adalah dengan menggunakan jaringan-jaringan mereka sendiri atau implantasi payudara, dan biasanya hal ini dilakukan pada saat yang bersamaan dengan operasi kanker payudara.

Sebagai ahli bedah plastik dengan spesialisasi operasi rekonstruktif, saya mendirikan Breast Reconstruction Awareness Singapore, atau BRAS, untuk meningkatkan kesadaran tentang rekonstruksi payudara. 

Apa efek rekonstruksi payudara?

Untuk seorang penyintas kanker payudara, rekonstruksi payudara tidak hanya memulihkan keseimbangan fisik. Payudara merupakan sebuah simbol feminitas, seksualitas dan sisi keibuan seorang perempuan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dengan kesuksesan pemeriksaan awal kanker payudara di berbagai dunia, semakin banyak kanker yang terdeteksi secara dini dan  pengobatan pun bisa diberikan kepada para perempuan ini. Ini artinya banyak perempuan bisa kembali ke gaya hidup normal dan hidup lebih lama setelah masa pengobatan. Memulihkan kembali kualitas hidup dan kesehatan mereka harus menjadi fokus dari pengobatan kanker. 

Banyak studi memperlihatkan bahwa para perempuan dengan rekonstruksi setelah mastektomi mengalami kondisi yang lebih baik dibandingkan mereka yang tanpa rekonstruksi, dari sisi kesehatan psikologis, citra diri, seksualitas, dan juga fungsionalitas serta kekuatan secara keseluruhan dalam mengatasi penyakit. Dengan kata lain, rekonstruksi payudara adalah langkah final dari pengobatan kanker payudara. 

Setelah diobati, apakah kanker payudara akan kembali? Bisakah seseorang memiliki hidup sehat dan normal setelahnya?

Iya, bisa kambuh lagi. Pengobatan kanker ditujukan untuk membasmi kanker, juga untuk mencegah datang kembali. Risiko kambuh kembali lebih tinggi pada kanker payudara stadium akhir. Dan iya, banyak perempuan bisa memiliki kehidupan normal, sehat setelah proses pengobatan selesai. 

Adakah cara mencegah kanker payudara? Atau karena genetik, tidak ada gunanya melakukan tindakan pencegahan? 

Banyak faktor penimbul risiko yang di luar kendali kita, seperti sejarah keluarga dan usia tua. Kamu bisa membantu mengurangi risiko-risiko tersebut dengan memodifikasi gaya hidup seperti dengan memiliki berat badan dan pola makan yang sehat, serta tidak merokok. Seperti yang disebutkan di pertanyaan pertama, kebanyakan perempuan yang dianggap memiliki risiko tinggi tidak mengalami kanker payudara, sementara mereka yang tidak berisiko tinggi bisa terkena kanker payudara. 

Tentang Dr Chia Hui Ling 

Dr Chia Hui Ling adalah co-founder dan presiden Breast Reconstruction Awareness Singapore (BRAS), sebuah komunitas nirlaba yang didirikan untuk meningkatkan kesadaran terhadap rekonstruksi kanker payudara dan menyediakan sumber-sumber terpercaya untuk perempuan yang ingin melakukan rekonstruksi payudara. Dia adalah seorang Konsultan Bedah Plastik di SW1 Plastic Surgery Clinic dan spesialis bedah estetik dan operasi rekonstruksi payudara. 

Temui dan konsultasi dengan Dr Chia Hui Ling di SW1 Plastic Surgery Clinic: 

Alamat: 290 Orchard Road, #13-03 Paragon

MRT terdekat: Orchard MRT

Jam operasional: Senin – Jumat: 9am-8pm | Akhir pekan: 9am-4pm | Hari Libur Nasional tutup

Untuk janji temu, hubungi: tel. (+65) 6817 8888 atau WhatsApp di (+65) 8348 9384

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut

*Ini adalah konten kerjasama dengan SW1 Plastic Surgery Clinic

[BACA JUGA: 5 Spots Insta-worthy di Trick Eye Museum]

Tania
About Tania test

October 8, 2019

Ini data statistik yang mengejutkan: Menurut sebuah studi, kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang diderita oleh perempuan di Asia, mencangkup 18% dari semua kasus kanker di tahun 2012, dan penyebab kematian utama keempat (9%). Meski tingkat insidensinya lebih tinggi di New Zealand dan Australia, terjadi peningkatan signifikan di negara-negara Asia (terutama Malaysia dan Thailand).

Memang sangat memprihatinkan, tapi statistik ini bisa dipercaya mengingat hampir semua orang kenal seseorang yang menderita kanker payudara (atau mengalaminya sendiri). 
Dan Oktober adalah salah satu bulan favorit kita karena bulan ini khusus didedikasikan untuk kanker payudara.

Dalam rangka memperingati Breast Cancer Awareness Month, SGB_Team bertanya kepada Dr Chia Hui Ling, seorang Konsultan Bedah Plastik dari SW1 Plastic Surgery Clinic dan spesialis bedah estetik dan rekonstruksi payudara serta co-founder Breast Reconstruction Awareness Singapore (BRAS), berbagai penting pertanyaan tentang kanker payudara serta opsi perawatan sebelum dan sesudah didiagnosa. Berikut jawaban Dr Chia.

Singapore Guidebook (SGB): Adakah penyebab spesifik kanker payudara? Seberapa besar pengaruh gaya hidup?

Dr Chia Hui Ling: Kanker terjadi ketika sel-sel mulai bertumbuh secara abnormal. Sel-sel ini membelah lebih cepat dibandingkan sel-sel sehat dan terus terakumulasi, membentuk benjolan atau massa. Sel-sel kanker ini bisa menyebar (metastasise) ke bagian tubuh lain. 

Penyebab utama kanker payudara tidak diketahui, tapi ada beberapa faktor risiko yang dikenal. Beberapa risiko utama berhubungan dengan usia tua, riwayat kanker payudara di keluarga (yang memiliki hubungan darah), para wanita yang memiliki jenis benjolan payudara jinak atau sebelumnya pernah memiliki kanker payudara. Akan tetapi mayoritas perempuan yang dinilai berisiko tinggi ternyata tidak mengalami kanker payudara, sementara mereka yang tidak dideteksi memiliki faktor risiko malah bisa jadi terkena kanker payudara. 

Ada beberapa risiko yang berkaitan dengan gaya hidup yang bisa kita kendalikan, meski hal ini cenderung rendah jika dibandingkan risiko lainnya. Di antaranya adalah saat mengalami kelebihan berat badan, pola makan tinggi lemak, konsumsi alkohol yang semakin tinggi dan kebiasaan merokok. 

Seberapa besar kemungkinan seseorang didiagnosa menderita kanker payudara, terutama jika ibu atau saudara perempuan memilikinya?

Risiko lebih tinggi adalah di Amerika Serikat, yakni 12%. Ini artinya 1 dari 8 perempuan akan menderita kanker payudara dalam hidup mereka. Di Singapura, hasilnya dilaporkan lebih rendah yakni 1 dari 16 perempuan. Tetap saja, terdapat hampir 200 kasus baru diagnosa kanker payudara di Singapura setiap tahunnya.

Kanker payudara biasanya terjadi pada perempuan di usia 40an sampai 80an. Meski cenderung jarang, perempuan di usia 20an dan 30an juga bisa mengalami kanker payudara. Kanker payudara sendiri langka terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Sementara kurang dari 1% kanker payudara terjadi pada laki-laki. 

Jika keluarga yang memiliki hubungan darah seperti ibu atau kakak menderita kanker payudara, risiko kamu lebih tinggi dan sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh. Doktermu juga bisa merekomendasikan tes genetik. 

Bisakah perempuan hamil atau menyusui didiagnosa kanker payudara? Apa yang harus mereka lakukan?

Ini adalah kasus yang tidak biasa, tapi perempuan hamil dan ibu menyusui bisa terkena kanker payudara. Kehamilan tidak menyebabkan kanker tapi perubahan dan lonjakan hormon selama berbadan dua bisa membuat kanker berkembang lebih cepat

Payudara menebal selama kehamilan dan ini bisa menimbulkan kesulitan mendeteksi tumor-tumor kecil. Hal tersebut dapat menyebabkan tumor-tumor kanker payudara membesar dan lebih serius saat akhirnya terdeteksi. Oleh sebab itu, para perempuan disarankan untuk tetap melakukan self-examination selama kehamilan

Tidak ada bukti bahwa kanker payudara bisa membahayakan bayi. Akan tetapi, beberapa tipe pengobatan bisa menimbulkan risiko terhadap janin. Pengobatan kanker payudara pada masa kehamilan lebih rumit, karena beberapa metode perawatan bisa membahayakan janin. Saya menyarankan agar sebaiknya individu yang mengalami hal ini mendiskusikannya dengan detail kepada onkologis dan dokter tentang apa yang harus dilakukan. 

Bagaimana cara mengecek payudara untuk mendeteksi benjolan apa pun? Seberapa sering melakukan ini?

Breast Self-Examination (BSE) harus dilakukan sekali sebulan oleh para perempuan yang berusia di atas 20 tahun. Waktu terbaik melakukan BSE adalah 7 – 10 hari setelah menstruasi dimulai ketika payudara masih lunak. Jika kamu tidak lagi mendapatkan datang bulan, lakukan BSE pada tanggal yang sama setiap bulannya, misalnya hari pertama setiap bulan. Tujuan BSE adalah untuk membuatmu familiar dengan kenormalan jaringan-jaringan payudara sehingga bisa mendeteksi keabnormalan ketika ada perubahan.

Ini adalah video berguna tentang bagaimana melakukan BSE, https://youtu.be/Z41j2BDapg4

Saat melakukan BSE, perhatikan hal berikut ini:

  • Sebuah benjolan yang persisten
  • Perubahan dalam bentuk ukuran atau bentuk pada satu payudara
  • Satu tonjolan atau kerutan pada kulit (seperti kulit jeruk)
  • Sebuah retraksi (penarikan ke dalam) puting
  • Satu pelepasan (jernih atau berdarah) dari puting 

Jika perubahan-perubahan ini dirasakan atau lihat, kamu harus segera berkonsultasi kepada dokter/ahli payudara. Tapi jangan panik. Sebagian besar perubahan pada payudara bukanlah kanker, tapi tetap harus diperiksa oleh dokter. 

Bagaimana kita tahu bahwa benjolan tersebut sesuatu yang serius atau “hanya benjolan biasa”? 

Benjolan apapun yang persistensi harus dicek oleh dokter. Saya menyarankan kamu untuk membiarkan dokter yang menilai jenis benjolan dan mengevaluasi apakah benjolan tersebut serius atau tidak. 

Sepertinya salah satu berita yang paling buruk adalah ketika mendengar dokter berkata, “kamu menderita kanker.” Bagaimana sebaiknya kita bereaksi?

Kanker tidak hanya mempengaruhi fisik. Ini juga bisa berdampak pada kondisi emosional dan hubungan. Emosional yang dirasakan bisa membuat kewalahan dan seseorang dapat merasakan syok, hancur, mati rasa, takut, marah atau bahkan menyangkalnya.

Tidak hanya terhadap diri sendiri, kamu mungkin akan merasa cemas terhadap orang-orang yang kamu sayangi, misalnya pada perempuan dengan keluarga baru. Adalah sesuatu yang normal untuk mengalami lonjakan emosi seperti ini tapi juga penting untuk tidak membiarkan rasa penyangkalan menjadi penghalang untuk mendapatkan pengobatan. Mencari pengobatan sedini mungkin sifatnya imperatif. Dukungan dari keluarga dan teman serta menerima bantuan dari sebuah grup pendukung juga penting. 

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah didiagnosa?

Banyak orang bertanya-tanya mengapa hal tersebut terjadi pada mereka. Penting untuk diingat bahwa tahu penyebabnya tidak akan mengubah kondisi penyakit tersebut. Energi kamu yang sangat berharga itu sebaiknya digunakan untuk membantu dirimu dan keluarga untuk mengatasi penyakit ini.

Cobalah untuk fokus pada kondisi sekarang dan bagaimana cara menghadapi situasi yang akan datang. Jika kamu sulit melakukan hal ini, mungkin akan membantu jika berbicara dengan konselor atau seseorang dari tim medis

Deteksi dini menyelamatkan nyawa. Pasien-pasien kanker payudara yang didiagnosa dini mengalami kondisi yang lebih baik. Di sinilah pemeriksaan payudara dan BSE yang konsisten sangat membantu. Kanker yang dideteksi dan diobati dari fase awal juga berarti bahwa seseorang bisa menghindari metode-metode pengobatan agresif yang cenderung mengurangi kualitas hidup.

Seberapa besar kemungkinan survive dari kanker payudara?

Dalam lima tahun terakhir tingkat bertahan hidup pada pasien stadium 1 yang dideteksi dan diobati cepat adalah 99%, berlawanan dengan mereka yang berada pada stadium akhir yakni 30%, di mana kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain di luar kelenjar getah kuning bening. 

Metode pengobatan berbeda untuk setiap individu. Stadium kanker adalah penentu utama dari tipe pengobatan. Hal-hal lain juga menjadi bahan pertimbangan. Pilihan-pilihan pengobatan antara lain: 

  • Operasi (mastektomi): pembuangan semua jaringan payudara, atau lumpektomi —pembuangan sebuah bagian dari payudara yang memiliki tumor) 
  • Kemoterapi: diberikan obat untuk membunuh sel-sel kanker
  • Radioterapi: energi x-ray tinggi diarahkan ke payudara untuk menghancurkan sel-sel kanker
  • Terapi hormonal: pengobatan yang membuat sel-sel kanker tidak mendapatkan hormon-hormon yang dibutuhkannya untuk berkembang

Apa saja pilihan dan pengobatan setelah berhasil menyintas kanker payudara?

Selain metode perawatan yang disebutkan di atas, rekonstruksi payudara dan operasi onkoplastik adalah cara-cara yang mengembalikan kondisinya. Opsi yang sekarang tersedia adalah dengan menggunakan jaringan-jaringan mereka sendiri atau implantasi payudara, dan biasanya hal ini dilakukan pada saat yang bersamaan dengan operasi kanker payudara.

Sebagai ahli bedah plastik dengan spesialisasi operasi rekonstruktif, saya mendirikan Breast Reconstruction Awareness Singapore, atau BRAS, untuk meningkatkan kesadaran tentang rekonstruksi payudara. 

Apa efek rekonstruksi payudara?

Untuk seorang penyintas kanker payudara, rekonstruksi payudara tidak hanya memulihkan keseimbangan fisik. Payudara merupakan sebuah simbol feminitas, seksualitas dan sisi keibuan seorang perempuan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dengan kesuksesan pemeriksaan awal kanker payudara di berbagai dunia, semakin banyak kanker yang terdeteksi secara dini dan  pengobatan pun bisa diberikan kepada para perempuan ini. Ini artinya banyak perempuan bisa kembali ke gaya hidup normal dan hidup lebih lama setelah masa pengobatan. Memulihkan kembali kualitas hidup dan kesehatan mereka harus menjadi fokus dari pengobatan kanker. 

Banyak studi memperlihatkan bahwa para perempuan dengan rekonstruksi setelah mastektomi mengalami kondisi yang lebih baik dibandingkan mereka yang tanpa rekonstruksi, dari sisi kesehatan psikologis, citra diri, seksualitas, dan juga fungsionalitas serta kekuatan secara keseluruhan dalam mengatasi penyakit. Dengan kata lain, rekonstruksi payudara adalah langkah final dari pengobatan kanker payudara. 

Setelah diobati, apakah kanker payudara akan kembali? Bisakah seseorang memiliki hidup sehat dan normal setelahnya?

Iya, bisa kambuh lagi. Pengobatan kanker ditujukan untuk membasmi kanker, juga untuk mencegah datang kembali. Risiko kambuh kembali lebih tinggi pada kanker payudara stadium akhir. Dan iya, banyak perempuan bisa memiliki kehidupan normal, sehat setelah proses pengobatan selesai. 

Adakah cara mencegah kanker payudara? Atau karena genetik, tidak ada gunanya melakukan tindakan pencegahan? 

Banyak faktor penimbul risiko yang di luar kendali kita, seperti sejarah keluarga dan usia tua. Kamu bisa membantu mengurangi risiko-risiko tersebut dengan memodifikasi gaya hidup seperti dengan memiliki berat badan dan pola makan yang sehat, serta tidak merokok. Seperti yang disebutkan di pertanyaan pertama, kebanyakan perempuan yang dianggap memiliki risiko tinggi tidak mengalami kanker payudara, sementara mereka yang tidak berisiko tinggi bisa terkena kanker payudara. 

Tentang Dr Chia Hui Ling 

Dr Chia Hui Ling adalah co-founder dan presiden Breast Reconstruction Awareness Singapore (BRAS), sebuah komunitas nirlaba yang didirikan untuk meningkatkan kesadaran terhadap rekonstruksi kanker payudara dan menyediakan sumber-sumber terpercaya untuk perempuan yang ingin melakukan rekonstruksi payudara. Dia adalah seorang Konsultan Bedah Plastik di SW1 Plastic Surgery Clinic dan spesialis bedah estetik dan operasi rekonstruksi payudara. 

Temui dan konsultasi dengan Dr Chia Hui Ling di SW1 Plastic Surgery Clinic: 

Alamat: 290 Orchard Road, #13-03 Paragon

MRT terdekat: Orchard MRT

Jam operasional: Senin – Jumat: 9am-8pm | Akhir pekan: 9am-4pm | Hari Libur Nasional tutup

Untuk janji temu, hubungi: tel. (+65) 6817 8888 atau WhatsApp di (+65) 8348 9384

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut

*Ini adalah konten kerjasama dengan SW1 Plastic Surgery Clinic

[BACA JUGA: 5 Spots Insta-worthy di Trick Eye Museum]

Tania
About Tania test

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

Get #SGB Updates to Your Inbox!
EMAIL
Secure and Spam free...