Join #SGB_Family to download our latest Issue !


EMAIL
Secure and Spam free...

Mesin Penjual Otomatis Yang Memiliki Segalanya

March 16, 2019

#SGB_Family, apakah kalian sering mendapati mesin-mesin penjual otomatis saat mengunjungi tempat-tempat indah Singapura? Mesin-mesin penjual otomatis atau lebih dikenal dengan vending machines di Singapura sangat unik. Pasti kalian tidak tahan untuk membeli makanan-makanan yang ada di mesin penjual otomatis ini.

Siapa di sini yang hobinya berdiri di depan mesin penjual otomatis sambil memikirkan dengan sangat serius (kening berkerut plus otak berpikir keras) makanan atau minuman mana yang ingin dibeli? Ternyata, tidak hanya menjual kudapan, beberapa robot warna-warna itu juga menjajakan hal lain yang bisa membuat kamu makin lama berdiri di depannya (saking mengaguminya).

Seperti BooksActually yang menjual buku di penjual otomatis dengan harga 10 hingga 22 SGD. Ada juga SG Pomades yang menjual pomades dan gel rambut! Pomades ini diberi harga 15.90 hingga 29 SGD. Jadi kalau kalian para lelaki yang lupa pakai gel rambut atau pomade saat keluar, bisa cari mesin penjual otomatis ini dan langsung memakainya. Bagi yang suka mengoleksi figurin mobil, ada juga loh alat penjual otomatis yang menjualnya. Tetapi harganya mahal.

mesin
Mesin penjual otomatis di National Museum Singapore
ST PHOTO: MARCUS TAN. Credit: straitstimes.com
mesin
SG Pomades
credit: sgpomades.com

Penjual otomatis berbasis teknologi canggih ini seperti biasa juga ada yang menual jeruk seharga 2 SGD, es krim seharga 2.30 atau 3 SGD tergantung lokasi, salad seharga 6 – 9 SGD, makanan instan seharga 4 – 6 SGD dan masih banyak lagi.

mesin
credit: flickr.com

Jadi kalian pernah mendapati mesin penjual otomatis yang seperti apa? Bagi pengalaman kalian di kolom komentar yuk!

Oh, apakah kamu penggemar berat berita-berita unik dan lucu seperti ini? Kalau begitu, kamu wajib membaca majalah digital SGB! Kamu hanya perlu klik di sini, lho! 

Tania
About Tania test

March 16, 2019

#SGB_Family, apakah kalian sering mendapati mesin-mesin penjual otomatis saat mengunjungi tempat-tempat indah Singapura? Mesin-mesin penjual otomatis atau lebih dikenal dengan vending machines di Singapura sangat unik. Pasti kalian tidak tahan untuk membeli makanan-makanan yang ada di mesin penjual otomatis ini.

Siapa di sini yang hobinya berdiri di depan mesin penjual otomatis sambil memikirkan dengan sangat serius (kening berkerut plus otak berpikir keras) makanan atau minuman mana yang ingin dibeli? Ternyata, tidak hanya menjual kudapan, beberapa robot warna-warna itu juga menjajakan hal lain yang bisa membuat kamu makin lama berdiri di depannya (saking mengaguminya).

Seperti BooksActually yang menjual buku di penjual otomatis dengan harga 10 hingga 22 SGD. Ada juga SG Pomades yang menjual pomades dan gel rambut! Pomades ini diberi harga 15.90 hingga 29 SGD. Jadi kalau kalian para lelaki yang lupa pakai gel rambut atau pomade saat keluar, bisa cari mesin penjual otomatis ini dan langsung memakainya. Bagi yang suka mengoleksi figurin mobil, ada juga loh alat penjual otomatis yang menjualnya. Tetapi harganya mahal.

mesin
Mesin penjual otomatis di National Museum Singapore
ST PHOTO: MARCUS TAN. Credit: straitstimes.com
mesin
SG Pomades
credit: sgpomades.com

Penjual otomatis berbasis teknologi canggih ini seperti biasa juga ada yang menual jeruk seharga 2 SGD, es krim seharga 2.30 atau 3 SGD tergantung lokasi, salad seharga 6 – 9 SGD, makanan instan seharga 4 – 6 SGD dan masih banyak lagi.

mesin
credit: flickr.com

Jadi kalian pernah mendapati mesin penjual otomatis yang seperti apa? Bagi pengalaman kalian di kolom komentar yuk!

Oh, apakah kamu penggemar berat berita-berita unik dan lucu seperti ini? Kalau begitu, kamu wajib membaca majalah digital SGB! Kamu hanya perlu klik di sini, lho! 

Tania
About Tania test

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

error: Ooops, copy-paste are not allowed!

Join #SGB_Family to download our latest Issue !


EMAIL
Secure and Spam free...