GET OUR FREE EBOOK

and be the first to learn about what is happening In Singapore + contests and glveaways!

Join SGB Community now!
FIRST NAME
COUNTRY OF RESIDENCE
EMAIL
Secure and Spam free...

Melanglang ke Changi Point Coastal Walk

Jalan menyusuri tepi laut ini membentang sekitar 2,2 km. Di sepanjang garis pantai, Changi Point Coastal Walk, yang terkadang disebut Changi Boardwalk memberikan pemandangan perairan menuju Johor. Namun perlu diperhatikan, tempat ini tidak terlalu cocok untuk baby stroller.

 

Ada beberapa titik masuk ke Changi Point Coastal Walk. Yang termudah adalah di sebelah Terminal Changi Ferry Point, terminal yang biasa untuk naik bumboat ke Pulau Ubin. Anda bisa mulai jalan dari Creek Walk dan melewati Civil Service Club (Changi). Dari sini, Anda akan dapat melihat bumboat yang meninggalkan Terminal Changi Ferry Point, menuju ke laut.

Bagian selanjutnya adalah Beach Walk. Di sini, trotoar berubah menjadi jalan setapak dan sesuai namanya, ini terletak di samping pantai. Anda juga bisa mampir ke Sailing Point Walk, berjalan melewati perahu-perahu cantik dan lanjut ke Cliff Walk. Setelah itu, Naiki tangga di Cliff Walk dan ikuti boardwalk ke Kelong Walk.

Lalu bagian terakhir dari Changi Boardwalk ialah Sunset Walk. Seperti namanya, Anda bisa menebak apa yang Anda temukan di ujung jalur ini. Ketika Anda sampai, Anda akan tahu mengapa. Sunset Walk memiliki pandangan terhalang ke arah perairan ke Barat. Di malam hari, Anda akan dapat melihat lampu Punggol dari sini.

Sunset Walk juga menandai akhir dari Changi Point Coastal Walk. Perhatikan bahwa tidak ada cara untuk keluar dari boardwalk dari Sunset Walk. Untuk jalan pulang, Anda harus menelusuri kembali langkah-langkah Anda ke Kelong Walk di mana ada titik keluar ke Gosport Road. Atau, Anda dapat kembali ke melaui Changi Village selama 45 menit hingga 1 jam di sepanjang Changi Point Coastal Walk.

Selamat bertualang!

Avatar
About Grace

Gracia Purnomo, yang sering dipanggil Grace, lahir di Semarang pada tanggal 8 Agustus 1996. Grace bergabung dengan #SGB_Team sejak Agustus 2018 dan Grace sangat senang menjadi bagian dari Singapore Guidebook. Grace ingin lewat tulisan-tulisan yang Ia buat di artikel website SGB ini menjadi penolong bagi para wisatawan Indonesia yang ke Singapura. #SGB_Family bisa berbincang-bincang dengan Grace lewat Instagram: @graciapurnomo

Jalan menyusuri tepi laut ini membentang sekitar 2,2 km. Di sepanjang garis pantai, Changi Point Coastal Walk, yang terkadang disebut Changi Boardwalk memberikan pemandangan perairan menuju Johor. Namun perlu diperhatikan, tempat ini tidak terlalu cocok untuk baby stroller.

 

Ada beberapa titik masuk ke Changi Point Coastal Walk. Yang termudah adalah di sebelah Terminal Changi Ferry Point, terminal yang biasa untuk naik bumboat ke Pulau Ubin. Anda bisa mulai jalan dari Creek Walk dan melewati Civil Service Club (Changi). Dari sini, Anda akan dapat melihat bumboat yang meninggalkan Terminal Changi Ferry Point, menuju ke laut.

Bagian selanjutnya adalah Beach Walk. Di sini, trotoar berubah menjadi jalan setapak dan sesuai namanya, ini terletak di samping pantai. Anda juga bisa mampir ke Sailing Point Walk, berjalan melewati perahu-perahu cantik dan lanjut ke Cliff Walk. Setelah itu, Naiki tangga di Cliff Walk dan ikuti boardwalk ke Kelong Walk.

Lalu bagian terakhir dari Changi Boardwalk ialah Sunset Walk. Seperti namanya, Anda bisa menebak apa yang Anda temukan di ujung jalur ini. Ketika Anda sampai, Anda akan tahu mengapa. Sunset Walk memiliki pandangan terhalang ke arah perairan ke Barat. Di malam hari, Anda akan dapat melihat lampu Punggol dari sini.

Sunset Walk juga menandai akhir dari Changi Point Coastal Walk. Perhatikan bahwa tidak ada cara untuk keluar dari boardwalk dari Sunset Walk. Untuk jalan pulang, Anda harus menelusuri kembali langkah-langkah Anda ke Kelong Walk di mana ada titik keluar ke Gosport Road. Atau, Anda dapat kembali ke melaui Changi Village selama 45 menit hingga 1 jam di sepanjang Changi Point Coastal Walk.

Selamat bertualang!

Avatar
About Grace

Gracia Purnomo, yang sering dipanggil Grace, lahir di Semarang pada tanggal 8 Agustus 1996. Grace bergabung dengan #SGB_Team sejak Agustus 2018 dan Grace sangat senang menjadi bagian dari Singapore Guidebook. Grace ingin lewat tulisan-tulisan yang Ia buat di artikel website SGB ini menjadi penolong bagi para wisatawan Indonesia yang ke Singapura. #SGB_Family bisa berbincang-bincang dengan Grace lewat Instagram: @graciapurnomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

GET OUR FREE EBOOK

and be the first to learn about what is happening In Singapore + contests and glveaways!

Join SGB Community now!
FIRST NAME
COUNTRY OF RESIDENCE
EMAIL
Secure and Spam free...