GET OUR FREE EBOOK

and be the first to learn about what is happening In Singapore + contests and glveaways!

Join SGB Community now!
FIRST NAME
COUNTRY OF RESIDENCE
EMAIL
Secure and Spam free...

Festival Pongal dengan Budaya Tamil yang Kental

Pongal adalah festival panen tradisional India yang penuh warna! Datanglah ke Little India selama Festival Pongal, di mana Anda dapat menyaksikan pertunjukan cahaya yang luar biasa, memanjakan diri di Festive Village yang menjual segala sesuatu mulai dari rempah-rempah hingga dekorasi, dan ikut serta dalam berbagai lokakarya!

 

Pongal sebagian besar dirayakan di India Selatan selama empat hari oleh para petani yang berterima kasih kepada ‘Surya’, Dewa Matahari dan pemberi kehidupan, atas berkah hasil panen yang melimpah.

source: littledayout.com

Ini juga merupakan waktu di mana menjalin tali silaturahmi antar saudara. Saudara-saudara akan memberikan hadiah kepada saudara perempuan mereka, sementara para saudara perempuan akan berdoa agar ikatan mereka dengan saudara mereka akan tetap kuat selamanya.

Meskipun di Singapura festival resmi berlangsung hanya dalam empat hari, Anda dapat menantikan perayaan selama sebulan yang dimulai dengan Pongal Light-Up Ceremony. Pergilah ke Little India dan bergabunglah dalam serangkaian perayaan, yang meliputi pertunjukan, lokakarya, dan banyak kegiatan langsung lainnya.

Budaya

Istilah ‘pongu’, memiliki ‘mendidih’ atau ‘berkembang’ dalam bahasa Tamil. Anda akan melihat tradisi penting mengisi pot tanah liat baru dengan susu dan beras segar, kemudian ditambahkan jahe, kunyit, gula merah, kacang mete, kismis dan ghee saat dimasak. Ketika dididihkan, anggota keluarga berteriak “pongollo pongal”, yang berarti “semoga nasi ini mendidih” di Tamil, yang menandakan keinginan untuk melimpahnya kekayaan.

Acara

Pongal di Singapura berlangsung dari tanggal 15-18 Januari. Namun atmosfernya masih terasa setelah festival resminya!

Di festival tahun ini ada juga Animal Farm. Sapi, lembu jantan dan kambing di sini dipamerkan sampai 19 Januari 2019. Sapi-sapi telah didekorasi untuk acara ini dan dihormati selama Festival Pongal!

Di sepanjang Campbell Lane, Anda juga akan menemukan Pongal FEstival Village. Yang dijual adalah hasil panen seperti tebu dan tanaman jahe. Ada juga pot yang didekorasi khusus yang digunakan untuk memasak hidangan Pongal. Desa Festival Pongal buka setiap hari hingga 21 Januari 2019.

Selama akhir pekan, pada 19 dan 20 Januari 2019, berkunjunglah ke Indian Heritage Centre di Campbell Lane untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan dalam perayaan Pongal 2019. Ini termasuk kerajinan tangan, pencicipan makanan, dan permainan tradisional.

Avatar
About Grace

Gracia Purnomo, yang sering dipanggil Grace, lahir di Semarang pada tanggal 8 Agustus 1996. Grace bergabung dengan #SGB_Team sejak Agustus 2018 dan Grace sangat senang menjadi bagian dari Singapore Guidebook. Grace ingin lewat tulisan-tulisan yang Ia buat di artikel website SGB ini menjadi penolong bagi para wisatawan Indonesia yang ke Singapura. #SGB_Family bisa berbincang-bincang dengan Grace lewat Instagram: @graciapurnomo

Pongal adalah festival panen tradisional India yang penuh warna! Datanglah ke Little India selama Festival Pongal, di mana Anda dapat menyaksikan pertunjukan cahaya yang luar biasa, memanjakan diri di Festive Village yang menjual segala sesuatu mulai dari rempah-rempah hingga dekorasi, dan ikut serta dalam berbagai lokakarya!

 

Pongal sebagian besar dirayakan di India Selatan selama empat hari oleh para petani yang berterima kasih kepada ‘Surya’, Dewa Matahari dan pemberi kehidupan, atas berkah hasil panen yang melimpah.

source: littledayout.com

Ini juga merupakan waktu di mana menjalin tali silaturahmi antar saudara. Saudara-saudara akan memberikan hadiah kepada saudara perempuan mereka, sementara para saudara perempuan akan berdoa agar ikatan mereka dengan saudara mereka akan tetap kuat selamanya.

Meskipun di Singapura festival resmi berlangsung hanya dalam empat hari, Anda dapat menantikan perayaan selama sebulan yang dimulai dengan Pongal Light-Up Ceremony. Pergilah ke Little India dan bergabunglah dalam serangkaian perayaan, yang meliputi pertunjukan, lokakarya, dan banyak kegiatan langsung lainnya.

Budaya

Istilah ‘pongu’, memiliki ‘mendidih’ atau ‘berkembang’ dalam bahasa Tamil. Anda akan melihat tradisi penting mengisi pot tanah liat baru dengan susu dan beras segar, kemudian ditambahkan jahe, kunyit, gula merah, kacang mete, kismis dan ghee saat dimasak. Ketika dididihkan, anggota keluarga berteriak “pongollo pongal”, yang berarti “semoga nasi ini mendidih” di Tamil, yang menandakan keinginan untuk melimpahnya kekayaan.

Acara

Pongal di Singapura berlangsung dari tanggal 15-18 Januari. Namun atmosfernya masih terasa setelah festival resminya!

Di festival tahun ini ada juga Animal Farm. Sapi, lembu jantan dan kambing di sini dipamerkan sampai 19 Januari 2019. Sapi-sapi telah didekorasi untuk acara ini dan dihormati selama Festival Pongal!

Di sepanjang Campbell Lane, Anda juga akan menemukan Pongal FEstival Village. Yang dijual adalah hasil panen seperti tebu dan tanaman jahe. Ada juga pot yang didekorasi khusus yang digunakan untuk memasak hidangan Pongal. Desa Festival Pongal buka setiap hari hingga 21 Januari 2019.

Selama akhir pekan, pada 19 dan 20 Januari 2019, berkunjunglah ke Indian Heritage Centre di Campbell Lane untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan dalam perayaan Pongal 2019. Ini termasuk kerajinan tangan, pencicipan makanan, dan permainan tradisional.

Avatar
About Grace

Gracia Purnomo, yang sering dipanggil Grace, lahir di Semarang pada tanggal 8 Agustus 1996. Grace bergabung dengan #SGB_Team sejak Agustus 2018 dan Grace sangat senang menjadi bagian dari Singapore Guidebook. Grace ingin lewat tulisan-tulisan yang Ia buat di artikel website SGB ini menjadi penolong bagi para wisatawan Indonesia yang ke Singapura. #SGB_Family bisa berbincang-bincang dengan Grace lewat Instagram: @graciapurnomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

GET OUR FREE EBOOK

and be the first to learn about what is happening In Singapore + contests and glveaways!

Join SGB Community now!
FIRST NAME
COUNTRY OF RESIDENCE
EMAIL
Secure and Spam free...